Tidak sedikit lulusan SMA/SMK memilih gap year sebagai jeda sebelum melanjutkan kuliah. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari mencari pengalaman kerja, menyiapkan biaya kuliah, hingga sekadar ingin rehat sejenak.
Risiko Gap Year Tanpa Perencanaan
Meski memberi waktu, gap year tanpa arah bisa menimbulkan risiko. Anak muda bisa kehilangan momentum belajar, tertinggal dari teman sebaya yang sudah kuliah, dan mengalami kesulitan menyesuaikan diri ketika kembali ke dunia pendidikan tinggi.
Cara Agar Gap Year Tetap Produktif
Anak muda bisa mengisi gap year dengan kegiatan yang mendukung pengembangan diri, misalnya:
-
Magang di perusahaan untuk menambah pengalaman kerja.
-
Mengikuti kursus keterampilan atau bahasa asing.
-
Terlibat dalam kegiatan sosial atau proyek komunitas.
-
Mengikuti pelatihan wirausaha untuk mempersiapkan usaha sendiri.
Pendidikan Tinggi Tetap Jadi Prioritas
Meskipun gap year memberikan pengalaman, pendidikan tinggi tetap penting untuk membuka peluang karier yang lebih luas. Kuliah membantu membangun jaringan, meningkatkan keterampilan profesional, dan menyiapkan mahasiswa untuk menghadapi dunia kerja yang kompetitif.
Dukungan Perguruan Tinggi untuk Mahasiswa Gap Year
Beberapa perguruan tinggi menyediakan program fleksibel bagi mahasiswa yang sebelumnya gap year. Ma’soem University misalnya, memiliki fasilitas lengkap, program inkubator bisnis, serta jaminan kerja melalui mitra industri. Hal ini membantu mahasiswa mengejar ketertinggalan dan tetap siap menghadapi karier di masa depan.





