Hobi dan Kebahagiaan

Beranda / Berita / Hobi dan Kebahagiaan
22 Juli 2019
Hobi dan Kebahagiaan

Penulis: Irfan Fahriza (Dosen Ma'soem University)

Bagi kebanyakan orang, kebahagiaan merupakan tujuan hidup. Dimana kebahagiaan dianggap sebagai puncak kesuksesan hidup seseorang. Tentu saja arti kebahagiaan bagi setiap orang berbeda-beda. Setiap orang memiliki ukuran tersendiri untuk mendefinisikan kebahagiaannya. Beberapa pakar psikologi memiliki pandangan yang beragam mengenai kebahagiaan. Seligman menyatakan, bahwa sesungguhnya kebahagiaan merupakan suatu hasil penilaian terhadap diri dan hidup, yang memuat emosi positif, seperti kenyamanan dan kegembiraan yang meluap-luap, maupun aktivitas positif yang tidak memenuhi komponen emosi apapun, seperti absorbsi dan keterlibatan.

 Sebagian orang mengukur kebahagiaan berdasarkan kekayaan yang bersifat materi, sebagian lagi melihat kebahagiaan dari sisi kesehatan, beberapa merasakan kebahagiaan tertinggi saat  bisa melakukan hal-hal yang disukai. Kebahagiaan yang didapat dari melakukan hal-hal yang disukai ini berkaitan dengan passion dan hobi seseorang. Ketertarikan seseorang terhadap suatu benda, kegiatan, dan pengalaman sosial lainnya.

Seligman juga berpandangan bahwa kebahagiaan terbagi menjadi dua jenis, yaitu kebahagiaan hedonic dan kebahagiaan eudamonic. Kebahagiaan hedonic bersumber dari kesenangan-kesenangan yang datang dari luar individu, sedangkan kebahagiaan eudamonic berasal dari dalam individu itu sendiri dan tidak dipengaruhi oleh kondisi eksternal individu. Kebahagiaan eudamonic hanya akan didapat melalui aktivitas yang sejalan dengan tujuan hati. Berkaitan dengan hobi, dari sebuah hobi tersebut individu memiliki tujuan dan alasan mengapa mereka menyukai hobi tersebut. Jika sudah menyukai, maka individu akan berusaha melakukannya. Dapat dikatakan, kebahagiaan cukup erat kaitannya dengan hobi seseorang. Misalnya, seseorang memiliki hobi travelling, naik gunung, memasak, dan lain-lain. Hanya saja ada kebahagiaan yang bersifat temporer dan ada kebahagiaan yang bersifat menetap. Hobi yang berhubungan dengan materi atau benda, dikatakan cenderung bersifat sementara. Hobi yang berhubungan dengan pengalaman dan aktivitas positif lah yang akan memberikan kebahagiaan yang bertahan lama. Kebahagiaan sendiri sangat berhubungan dengan kepuasan. Orang yang memiliki hobi travelling akan merasakan kebahagiaan yang bertahan lama, ketika melihat foto-foto yang menyimpan kenangan yang membahagiaakan, kepuasan yang dirasakan dianggap tidak akan pernah berkurang. Berbeda dengan seseorang yang memiliki hobi berbelanja, awalnya ia merasa puas ketika berhasil membeli barang yang diidamkan, tetapi semakin lama ia akan terbiasa dengan barang tersebut dan itu menyebabkan berkurangnya kepuasan seseorang.

Ketika seseorang yang memiliki hobi berbelanja, mereka merasakan kebahagiaan dengan membeli barang-barang yang mereka sukai, tetapi semakin lama mereka akan terbiasa dengan barang tersebut dan nilai kebahagiaannya semakin berkurang. Thomas Gilovich, mengatakan bahwa musuh terbesar kebahagiaan adalah adaptasi.

Gilovich melakukan beberapa penelitian pada orang yang memiliki hobi travelling dan shopping, berdasarkan hasil penelitiannya, ia mengatakan bahwa barang-barang yang bersifat materi merupakan bagian yang terpisah dari diri individu, sedangkan pengalaman hidup yang dimiliki seseorang adalah bagian dari diri individu tersebut. Sejalan dengan yang diungkapkan Seligman sebelumnya.

Diener menyimpulkan bahwa terdapat dua hal yang harus dipenuhi untuk mendapatkan kebahagiaan yaitu afeksi dan kepuasaan hidup. Dijelaskan di atas bahwa hobi menimbulkan kepuasan, dan kepuasan menimbulkan kebahagiaan. Dalam kebahagiaan tersebut, terdapat komponen-komponen yang harus dipenuhi agar terwujudnya kebahagiaan. Maka secara tidak langsung, hobi yang dilakukan seseorang pun akan mempengaruhi kebahagiaannya.

PUSTAKA

Dr.Thomas Gilovich. Want Happiness?Buy Experiences, Not Things. Fakultas Psikologi Universitas Cornell. 2016

Ed Diener, Eunkook M.Suh.Subjective Well-Being Three Decades of Progress. Psychological Bulletij, Vol.125. Hal 276-277.

Martin Seligman. Authentic Happiness. Hal.41-62.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University