Pertanian tidak lagi dipandang sebagai profesi tradisional. Di era digital dan ketahanan pangan global seperti sekarang, jurusan Agribisnis justru menjadi jalan strategis untuk membangun bisnis, inovasi, dan karier profesional di sektor pertanian.
Pertanyaan seperti “Kalau kuliah Agribisnis, belajar apa saja sih?” sering kali muncul dari siswa SMA atau calon mahasiswa. Nyatanya, jurusan Agribisnis tidak hanya mengajarkan cara bertani, tapi lebih luas dari itu: mengelola usaha pertanian dari hulu hingga hilir.
Beberapa materi inti yang dipelajari di jurusan ini antara lain:
-
Profesional Agribisnis: Mahasiswa belajar mengelola bisnis pertanian secara profesional, dari perencanaan usaha hingga strategi pasar.
-
Konsultan Agribisnis: Mempersiapkan lulusan untuk menjadi pendamping dan ahli strategi bagi petani, koperasi, atau perusahaan agrikultur.
-
Distributor Produk Pertanian: Mahasiswa memahami sistem distribusi dan logistik produk hasil pertanian agar bisa masuk ke pasar dengan efektif.
-
Supply Chain Management: Mempelajari rantai pasok pertanian, pengelolaan bahan baku, produksi, distribusi, hingga konsumen.
Tak hanya itu, mahasiswa Agribisnis juga didukung oleh berbagai program pengembangan diri seperti:
-
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)
-
Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB)
-
Program Proyek Lapangan, yang memungkinkan mahasiswa menerapkan langsung ilmunya di komunitas atau mitra industri
-
Mentoring Startup, sebagai ruang inkubasi ide bisnis pertanian dan pelatihan kewirausahaan digital
Beberapa kampus seperti Ma’soem University juga telah menerapkan pendekatan pembelajaran ini, dengan membekali mahasiswa Agribisnis lewat kolaborasi industri, praktik lapangan, hingga pengembangan startup berbasis agritech.
“Agribisnis bukan cuma urusan panen, tapi bagaimana produk pertanian bisa masuk pasar, punya nilai tambah, dan dikelola seperti bisnis profesional,” jelas salah satu pengajar.
Dengan makin besarnya kebutuhan akan pangan berkelanjutan dan distribusi yang efisien, lulusan jurusan Agribisnis punya peluang besar menjadi entrepreneur, analis, distributor, hingga konsultan di sektor pertanian modern.





