Kalian yang suka menggunakan media sosial untuk berinteraksi pasti tidak asing dengan yang namanya influencer. Berbagai macam jenis produk dikenalkan oleh para influencer di akun media sosial mereka dan berusaha menggaet animo para calon pembeli. Hal ini sebenarnya menjadi salah satu topik dalam digital marketing yang cukup populer digunakan yaitu influencer marketing. Lalu, apa itu influencer?
Sederhananya, seorang influencer adalah yang mampu memberikan pengaruh di masyarakat. Contohnya adalah public figure seperti artis, selebriti, youtuber, tokoh masyarakat, ataupun figur penting dalam suatu komunitas. Mereka tidak harus selalu memiliki banyak pengikut (follower) di media sosial, asalkan mereka punya pengaruh besar oleh para pengikutnya.
Yang membedakan seorang public figure yang serius sebagai influencer adalah tersedianya ‘rate card’. Rate card adalah dokumen berisikan rincian harga untuk penempatan iklan di suatu perusahaan ataupun perorangan. Istilah ini cukup populer di industri kreatif saat ini. Fungsinya tentu untuk menjelaskan tarif ke calon “pelanggan”, dalam hal ini pihak brand, agar tertarik menggunakan jasanya.
Mengapa influencer begitu dicari saat ini? Sosok influencer ini umumnya telah memiliki followers nya sendiri dan cukup tersegmentasi. Sehingga daripada mencari calon pembeli sendiri dari awal, pihak brand dapat memanfaatkan segmentasi khusus yang telah dimiliki oleh public figure agar produk mereka lebih cepat tersebar.
Umumnya para influencer dapat dibedakan jenis-jenisnya dari jumlah followers dan media yang digunakan untuk melakukan promosi produk. Dikutip dari Niagahoster, influencer yang dilihat dari jumlah followersnya dibagi menjadi tiga jenis yaitu Mikro, Makro dan Premium.
Influencer Mikro ini biasanya memiliki jumlah followers mencapai 10 ribu akun. Angka tersebut mungkin terdengar kecil dan berkesan tidak efektif untuk promosi produk, namun terjadi malah sebaliknya. Sebuah studi menunjukkan kemungkinan konsumen membeli produk dari rekomendasi influencer mikro mencapai 82%. Kondisi ini disebabkan para followersnya adalah audiens yang lebih spesifik pada niche (topik) tertentu. Sehingga influencer tersebut dapat lebih mudah membuat konten yang relevan.
Influencer Makro ini istilah yang diambil bagi yang memiliki 100 ribu followers. Sosok influencer sudah cukup dikenal luas namun belum satu tingkat bersama selebritis. Menggunakan influencer makro bisa menjadi keunggulan tersendiri bagi pihak brand, salah satunya agar terlihat eksklusif. Angka followers tersebut juga cukup potensial digunakan untuk mempromosikan produk.
Yang terakhir adalah influencer Premium yaitu yang memiliki jumlah followers paling banyak. Paling banyak disini bisa diartikan yang telah memiliki jutaan pengikut. Yang perlu diperhatikan adalah persentase pembelian produk dari influencer ini mungkin tidak sebesar influencer lain, namun potensi jangkauan audiens yang sangat besar ini sangat bagus untuk membangun brand image perusahaan. Tentu saja ini sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.
Banyak manfaat yang bisa didapatkan bagi brand atau perusahaan yang menggunakan jasa influencer dalam mempromosikan produk, diantaranya:
- Produk menjadi pusat perhatian
- Membuat konsumen lebih percaya kepada produk tersebut
- Menaikan penjualan
- Menjangkau lebih banyak konsumen
- Mudah untuk balik modal
Di tengah meningkatnya pengguna media sosial di Indonesia saat ini, influencer marketing menjadi salah satu teknik strategis dalam digital marketing yang cukup banyak dilakukan oleh berbagai jenis brand. Para influencer telah memiliki pengikut atau followers yang sudah tersegmentasi sehingga lebih cepat bagi pihak brand menemukan pangsa pasarnya. Brand dapat mengatur secara teliti siapa influencer yang cocok dan tarif yang siap dikeluarkan menyesuaikan target campaign atau target penjualan yang telah ditetapkan.
Belajar digital marketing menjadi salah satu trend terkini yang diminati banyak generasi gen Z. Selain menjadi salah satu profesi yang sangat dibutuhkan bagi tiap perusahaan di masa sekarang, perkembangannya yang tidak stagnan yang berarti menjadi profesi yang selalu ada perubahan baru seiring waktu berjalan. Ma’soem University mengerti akan fenomena tersebut dan menghadirkan mata kuliah Digital Marketing bagi para mahasiswa program studi Manajemen Bisnis Syariah S1.
Yang menarik di program studi Manajemen Bisnis Syariah di Ma’soem University adalah para mahasiswa akan diajarkan seluk beluk tentang dunia bisnis sembari diajarkan bagaimana membangun bisnis yang sesuai dengan syariah Islam. Digital marketing pun tak luput dari ilmu yang diajarkan berkat pamor nya yang tinggi. Tertarik ingin membangun bisnis yang halal? Atau ingin memiliki mental pebisnis yang tangguh agar lebih siap ketika memasuki dunia kerja? Mari bergabung ke Manajemen Bisnis Syariah S1 Ma’seom University!





