153aa7543d90beb4

Ini Alasan Mengapa Produk Mie Instan Laku Keras di Indonesia

Siapa yang tidak mengenal jenis makanan mie? Mungkin hampir 100% diantara kita pernah mencoba makan makanan instan yang satu ini. Jika berbicara mengenai sejarah awal kemunculan Mie, maka bisa dipastikan hal tersebut tidak lepas dari kebiasaan makan orang Asia pada masa itu. Di Indonesia sendiri produk Mie memiliki tingkat permintaan (demand) yang sangat tinggi. Dalam teori perilaku konsumen , kisa bisa melihatnya dari salah satu pendekatan yang populer yaitu "Kebutuhan yang Dinyatakan dan Kebutuhan Sebenarnya"

Konsumen menyatakan kebutuhannya berdasarkan peng-lihatan dan pengetahuan mereka, kemudian menyatakan dalam bahasa mereka, Produsen kemudian mencoba memahami kebutuhan sebenarnya dan menerjemahkan kebutuhan tersebut ke dalam Bahasa produsen. Sebagian contoh, orang yang ingin memakan ayam goreng, dapat menyatakan keinginan mereka dalam bentuk atau bahasa yang berbeda-beda seperti di bawah ini:

  • Saya ingin membeli ayam mentah, memberi bumbu dan
  • menggorengnya, lalu menyantapnya di rumah.
  • Saya ingin membeli ayam yang sudah diberi bumbu, dan menggorengnya, lalu menyantapnya di rumah.
  • Saya ingin membeli ayam goreng dan membawa pulang untuk dimakan di rumah.
  • Saya ingin makan ayam goreng di restoran yang mewah.

Konsumen sangat biasa menyatakan keinginannya dalam bentuk produk alau barang walaupun kebutuhan sebenarnya adalah pelayanan (jasa) yang dapat diberikan oleh produk tersebut. Beberapa perusahaan cukup hati-hati dan cermat membuat perbedaan ini dalam promosi penjualan mereka. Mereka menekankan pelayanan yang diberikan oleh produk tersebut. Akan tetapi, penggunaan konsep ini dalam menjual suatu produk dapat mengalihkan perhatian produsen dari kebutuhan konsumen yang sebenarnya.

Produk mie mungkin dapat diambil sebagai contoh. Banyak pengusaha mie basah berusaha meningkatkan kinerjanya dengan membuat mie telur, mie spesial dan sebagainya. Upaya-upaya itu tidak terlalu berhasil meningkatkan pemasaran secara tajam pada saat munculnya "mie instan". Salah satu kebutuhan konsumen yang sebenarnya untuk produk mi adalah kepraktisan membuat dan menyajikan mie.

Di Indonesia ternyata orang sangat menyenangi mi terutama anak-anak dan remaja baik untuk sarapan pagi, makan malam, saat mendaki gurung dan piknik sehingga ingin agar penyajian dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Mengingat harganya yang relatif murah dan praktis menyiapkannya, mie instan dapat dipasarkan dengan baik di daerah pedesaan maupun kota. Saat ini berjuta-juta bungkus mie instan berbagai merk diproduksi di Indonesia setiap tahunnya, meskipun mie instan pertama kali diproduksi oleh Jepang.

Diskusi yang mendalam dengan para pengguna adalah suatu cara yang untuk mengetahui dengan tepat kebutuhan sebenarnya dari konsumen. Kebutuhan yang dinyatakan sering juga merupakan kebutuhan sebenarnya dari konsumen tetapi dinyatakan dalam bahasa konsumen. Dalam kasus seperti ini sangat penting mener-jemahkan kebutuhan tersebut ke dalam bahasa produsen.