Perkembangan teknologi bergerak semakin pesat hingga saat ini banyak hal yang bisa dilakukan dengan lebih cepat maupun otomatis. Salah satunya, kegiatan marketing. Tak perlu lagi mencari pelanggan dengan cara door-to door yang menghabiskan waktu dan biaya besar, saat ini kita sudah memasuki era digital marketing.
Apapun jenis produk atau layanan yang dijual dan skala bisnis yang ingin dibangun, digital marketing harus mampu dikuasai dengan baik. Digital marketing memungkinkan pebisnis atau pengusaha untuk memasarkan produk dimana pun dan kapan pun. Oleh karena itu topik digital marketing masuk dalam mata kuliah berbagai program studi di Ma’soem University, salah satunya adalah program studi Digital Bisnis S1.
Agar marketing dapat terlaksana dengan baik, kita perlu mempelajari strategi yang tepat agar proses marketing dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Untuk itu kami telah merangkum 7 strategi digital marketing yang bisa kalian pelajari, tidak hanya bagi Digital Marketer namun juga pebisnis pemula sekalipun.
1. SEO (Search Engine Optimization)
Banyak orang menggunakan Google untuk melakukan pencarian hingga ketika ingin membeli sebuah produk. Maka, menempatkan website di peringkat atas hasil pencarian sangatlah penting. Semakin banyak pengunjung yang datang ke website, maka semakin besar kemungkinan naiknya conversion rate atau pembelian.
Itulah pentingnya melakukan optimasi mesin pencari atau SEO (Search Engine Optimization). Dengan penggunaan SEO yang baik, website bisa berada di halaman utama Google. Namun upaya tersebut harus dilakukan terus menerus karena algoritma Google selalu berubah. Terlebih, agar SEO berjalan dengan optimal perlu didukung oleh kedua sisi, yaitu sisi On Page (internal website) dan Off Page (faktor eksternal website).
2. SEM (Search Engine Marketing)
SEM atau Search Engine Marketing adalah upaya untuk mengarahkan pengguna Google ke halaman website melalui iklan. Berbeda dengan SEO, strategi SEM lebih ditunjukan untuk melihat hasil yang lebih cepat. Tidak hanya itu, SEM memungkinkan untuk melakukan pengaturan target pemasaran berdasarkan lokasi, umur dan lainnya. Malahan strategi ini bisa di evaluasi secara real time, sehingga bila merasa tidak berhasil bisa langsung dihentinkan.
3. Social Media Marketing
Pengguna social media atau media sosial seiring waktu semakin bertambah. Karena itu platform ini bisa menjadi ladang subur untuk marketing, dengan kelebihan untuk menjangkau konsumen dengan lebih personal.
Agar social media marketing yang kalian lakukan berjalan dengan baik, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari riset audiens untuk mengenali karakteristik konsumen, menentukan tujuan pemasaran dengan jelas, menggunakan metric yang dapat diukur, dan mempelajari kompetitor.
4. Email Marketing
Jangan salah, email masih menjadi platform yang menarik untuk dijadikan channel marketing. Umumnya konsumen menyukai untuk mendapatkan promo produk melalui email. Salah satu contoh email marketing yang berhasil adalah Dell ketika launching notebook Dell XPS 12 Convertible dengan menggunakan ilustrasi GIF, revenue mereka meningkat hingga 109%!
5. Blog
Hasil data menunjukan bahwa 60% konsumen membeli sebuah produk setelah membaca konten di blog. Itulah alasan banyak bisnis di seluruh dunia membuat blog untuk dapat meningkatkan penjualan. Satu hal yang membuat blog itu menarik adalah bila dikemas dengan konten yang menarik, relevan dan bermanfaat, pembaca akan mendapatkan value lebih. Apalagi konten blog ini yang akan dicari oleh calon konsumen.
6. Facebook & Instagram Ads
Salah satu ciri khas dari penggunaan media sosial Facebook dan Instagram Ads adalah mampu menjangkau audiens yang lebih spesifik dengan hasil yang lebih cepat. Alih-alih melakukan riset sendiri, kedua platform tersebut telah ‘menyediakan’ data yang siap untuk digunakan. Tugas kita sebagai digital marketing cukup mengatur biaya iklan, jenis iklan program, copywriting, dan waktu tayang iklan.
7. Affiliate Marketing
Affiliate marketing adalah bentuk marketing dengan bantuan pihak lain dan menyerahkan imbalan dalam bentuk komisi. Cara promosinya menggunakan kode kupon atau referral yang bisa diubah sesuka hati. Strategi ini mmampu meningkatkan jumlah orang yang menjual produk suatu brand.
Itulah 7 strategi digital marketing yang dapat digunakan oleh Digital Marketer untuk membantu target penjualan produk brand bisnis, bahkan pebisnis pemula sekalipun. Yang perlu diingat adalah jenis strategi yang dipilih bukanlah jaminan produk atau layanan yang dimiliki bakal menjadi laku, terkadang perlu melalui tahap percobaan atau tahap trial n’ error. Sebagai digital marketer, kalian perlu jeli melihat pergeseran pola SEO, tren, dan channel yang memiliki performa terbaik.
Dengan meningkatnya permintaan sumber daya dalam bidang digital marketing, Ma’soem University ikut memberikan mata kuliah digital marketing kepada mahasiswa jurusan Digital Bisnis S1. Dengan mempelajari materi tersebut, lulusan Digital Bisnis tidak hanya mampu ikut meramaikan persaingan dunia kerja Startup ataupun industri 4.0 lainnya, tetapi juga siap untuk membangun bisnis nya sendiri dengan profesional dan berprinsip syariah.





