A0764ad15250a35a

Inovasi dan Peluang Berkarir di Bidang Pertanian

Deskripsi: Saat ini, orang-orang sukses yang bekerja di bidang pertanian membutuhkan pendidikan yang baik dalam bisnis dan sains. Profesional pertanian bukan hanya petani dan peternak. Peluang bagi mahasiswa di bidang ini mencakup berbagai bidang seperti sains, teknik, keuangan, pemasaran, dan ekspor.

==========

Selama paruh pertama Abad Kedua Puluh, sebagian besar pertanian terbatas pada perkebunan dan cukup mudah untuk mempersiapkan karier di bidang pertanian. Bagi seorang petani, saat itu pendidikan formal tidak diperlukan oleh masyarakat. Selama bertahun-tahun, jumlah petani menurun drastis, namun pertanian tetap menjadi sumber utama pekerjaan bagi rakyat kita.

Bisnis pertanian, atau agribisnis, harus menjadi bagian penting dari ekonomi negara berkembang manapun. Jutaan pekerja dipekerjakan dalam mengolah, menyimpan, dan mendistribusikan makanan yang diproduksi oleh petani. Agribisnis juga melibatkan pembuatan dan penjualan perlengkapan peralatan pertanian. Keberhasilan pertanian yang berkelanjutan bergantung pada dukungan seluruh jaringan masyarakat yang memungkinkan fungsi produsen lebih efisien. Inisiatif dan kerja keras merekalah yang membuat pertanian modern menarik.

Ilmu tanaman

Ilmu tanaman berhubungan dengan penanaman buah-buahan, sayuran, dan tanaman hias. Peluang karir dalam ilmu tanaman sangat bervariasi, tetapi semuanya terlibat dalam memproduksi tanaman. Kategori utama dalam ilmu tanaman adalah hortikultura, agronomi, dan seni pertamanan. Produksi tanaman ladang membutuhkan pengetahuan mendalam dari banyak ilmuwan. Ahli agronomi memberikan informasi kepada produsen tentang kombinasi tanah, tanaman, dan iklim yang akan meningkatkan hasil terbaik. Ahli entomologi memberikan informasi tentang pengendalian hama. Ilmuwan tanaman bekerja untuk meningkatkan hasil tanaman dengan memperbaiki metode pertanian dan mengembangkan turunan tanaman baru.

Ilmu hewan

Berkarir dalam bidang ilmu hewan melibatkan banyak tahapan produksi hewan. Profesi ini meliputi produsen, pemberi makan hewan, pemasar, pabrikan, distributor, dan pengecer. Karir tersebut juga termasuk memproduksi obat-obatan atau peralatan yang membantu dalam pengelolaan hewan. Praktik kesehatan intensif diperlukan untuk mempertahankan keberhasilan berternak unggas, pertanian yang luas atau peternakan sapi perah memberikan banyak peluang kerja di bidang peternakan. Ahli genetika mencari cara untuk mengembangkan hewan dengan laju pertumbuhan tinggi yang menghasilkan produk berkualitas yang memenuhi standar konsumen.

Ilmu makanan

Industri makanan merupakan salah satu industri terbesar di tanah air. Industri ini menawarkan berbagai peluang di keragaman operasi dan layanan yang dikerjakannya. Hanya sebagian kecil dari makanan yang kita konsumsi kondisinya segar. Sebagian besar telah diproses pada saat mereka tiba di supermarket lokal. Sebelum produk makanan tersebut dijual ke konsumen, makanan itu harus diolah, diperiksa, dikemas, diberi label, disimpan, dan diangkut. Semua pekerjaan ini merupakan bagian dari pengolahan produk pangan secara ekstensif dari saat tanaman dipanen hingga dikonsumsi.

Salah satu tujuan utama mengolah makanan adalah agar tidak cepat rusak atau busuk. Makanan olahan diawetkan dengan cara dikalengkan, dilapisi lilin, dikeringkan, dibekukan, dibotolkan, dan diasamkan untuk mengawetkannya. Tujuan lain dari pengolahan makanan adalah untuk meningkatkan nilai gizi makanan.

Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang di bidang pertanian ditantang untuk menemukan cara untuk menghasilkan banyak tanaman guna memenuhi kebutuhan konsumen tanpa merusak lingkungan. Masalah ini akan semakin sulit diatasi seiring dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Banyak orang di bidang pertanian mengabdikan diri untuk perlindungan dan konservasi lingkungan.

Masa depan karir di bidang pertanian terlihat cerah. Jika prediksi saat ini benar, pekerja perlu bekerja lebih efisien karena permintaan akan makanan dan barang pertanian lainnya akan terus meningkat. Jika pertumbuhan populasi dunia diikuti dengan kebutuhan makanan, maka produksi pangan dunia harus berlipat ganda dalam 30 tahun ke depan. Selain itu, perubahan selera konsumen akan terus mendorong pengembangan produk baru.