Islam dan revolusi industri 4.0 (part 2)

Beranda / Berita / Islam dan revolusi industri 4.0 (part 2)
13 Agustus 2019

Oleh : Mochamad Abdul Azis Amir, M.Pd (Dosen Prodi BK Masoem University)

(Lanjutan)

Revolusi Industri 4.0

Perkembangan manusia terus berkembang dengan cepat, begitupun dengan perkembangan teknologi terus berubah dan berkembang. Era baru saat ini revolusi industri 4.0, apa revolusi industri 4.0? secara singkat, pengertian industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Pengertian tersebut mengisyaratkan semua perkembangan berubah pesat, dan cepat beserta inovasi-inovasi teknologi yang kabarnya tenaga manusia akan segera digantikan oleh robot. Revolusi industri 4.0 ini merupakan tahapan yang sedikit berbeda dengan revolusi industri pendahulunya sebab digaungkan dalam asusmsi besar namun peristiwa nyatanya belum terjadi dan masih dalam bentuk gagasan (Drath dan Horch, 2014). Namun walaupun begitu kita sebagai umat Islam yang mengajarkan kedinamisan dalam menambah pengetahuan dan berfikir serta meninggikan orang-orang yang berilmu pada tingkat yang mulia sebagaimana firman Allah SWT sebagai berikut.

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(Q.S. al-Mujadillah: 11).

Islam menghormati dan menempatkan individu pada jenjang derajat tinggi oleh sebab memiliki ilmu pengetahuan. Secara normatif umat Islam tidak akan mengalami kesulitan apapaun dengan perkembangan zaman, peradaban, dan ilmu pengetahuan. Hanya saja yang harus perjuangkan adalah menjawab tantangan perubahan tersebut termasuk di revolusi industri 4.0. Menurut Drath dan Horch (2014) tantangan yang dihadapi oleh suatu negara ketika menerapkan  kebijakan guna penunjang revolusi Industri 4.0 adalah munculnya resistansi terhadap perubahan demografi dan aspek sosial, ketidakstabilan kondisi politik, keterbatasan sumber daya baik manusia atau alam, resiko bencana alam dan tuntutan penerapan teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Tantangan dan rintangan selain aspek  sosial, alam, teknologi, ekonomi, politik yang perlu di persiapakan menurut Zhou dkk (2015) adalah pengetahuan. Hal tersebut mengindikasikan akan pentingnya persiapan pendidikan khususnya pendidikan keislaman dalam menghadapi revolusi industri 4.0. 

Adanya revolusi industri tidak hanya memeberikan dampak positif bagi manusia dengan peradabannya, tetapi terdapat perihal yang negatif juga seperti contohnya perubahan arah berfikir manusia yang serba instan, tenaga manusia menjadi sedikit lapangan kerja sempit membuat orang dapat stres dan depresi, penggunaan teknologi yang tidak bijak sehingga membuat sikap biopsikososioreligius (biologis, psikologis, sosiologis, dan ajaran agama) individu tidak berda di tracknya yang tepat.

Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University