Islam dan revolusi industri 4.0 (part 4)

Beranda / Berita / Islam dan revolusi industri 4.0 (part 4)
13 Agustus 2019

Oleh : Mochamad Abdul Azis Amir, M.Pd (Dosen Prodi BK Masoem University)

(Lanjutan)

Ciri-ciri orang bertakwa itu  dapat secara jelas kita lihat dalam al-Quran Ali Imran: 133-135 yang artinya : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, (yaitu) orang-orang yang menginfakkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang, Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Banyak keuntungan yang akan diperoleh baik secara individu maupun kolektif terhadap kualitas nilai ketakwaan itu diantara keuntungan tersebut yaitu.

Memperoleh al-Furqon, yaitu kemampuan untuk membedakan antara yang haq dan yang bathil, halal dan haram, dan segenap kesalahannya serta dosa-dosanya akan diampuni.
Memperoleh jalan keluar dari segala ragam problema hidup yang dihadapinya, dan akan dianugrahkan rizki tanpa diduga serta dimudahkan segala urusannya.
Amalan-amalan shalehnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi berat timbangannya dihari kiamat kelak, dengan mudah penghisabannya dan kelak menerima catatan-catatan amalnya yang baik. Dapat difahami firman Allah SWT dalam QS Az-Zalzalah: 7-8 yang artinya: “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat atompun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat atompun, niscaya dia akan melihat (balasan)-Nya pula.”
Allah SWT akan memasukan kedalam surga, kekal didalamnya serta hidup dalam keridhaan-Nya. Hal itu sebagaimana  firman Allah SWT dalam surah Ali Imran: 15 yang artinya, “untuk orang-orang bertaqwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah SWT. Dan Allah maha melihat akan hamba-hambanhya.”

Jelaslah bahwa dengan taqwa kepada Allah SWT akan dapat kita raih kemulian hidup serta kebaikan di dunia. Walaupun perkembangan peradaban terus silih berganti teknologi tinggi terus berubah hingga tak terkendali jika memiliki nilai takwa akan menjadi modal di dalam membangun sebuah peradaban masyarakat, dengan berbagai  komplesitas permasalahan terus menghadang. Sehingga nilai taqwa akan memberi kontribusi positif bagi kehidupan sosial yang lebih luas. Islam bersama umatnya akan kembali berjaya di revolusi Industri 4.0 serta meraih dan mengukir prestasi baik dalam ukhrowi maupun duniawi.

Kesimpulan

 

Islam sebagai agama yang mengajarkan kebenaran, keselamatan, mensejahtrekan, dan ketundukan serta kepatuhan pada ketauhidan meng-Esakan Allah SWT.  Bahkan menurut Al-Qur'an, agama yang dianut oleh semua Nabi-Nabi Allah SWT itu seluruhnya adalah agama Islam, jadi agama yang sepurna adalah Islam sesuai dengan al-quran surat al-Maidah ayat 3 yaitu, “.....Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.....”. Salah satu ciri yang membedakan Islam dengan yang lainnya adalah penekanannya terhadap ilmu (sains).  Al-Qur’an dan Al-Sunnah mengajak kaum muslimin untuk mencari dan mendapatkan ilmu dan kearifan, serta menempatkan orang-orang yang berpengatahuan pada derajat yang tinggi. Di dalam Al-Qur’an kata ilmu dan kata-kata jadiannya digunakan lebih dari 780 kali..

Lintasan sejarah telah tercatat jika pada abad ke-7 Islam menjadi peradaban gemilang dengan menyumbang berbagai karya ilmu pengetahuan, sehingga Islam menjadi sumber peradaban negeri adidaya pada masa itu. Islam dan umatnya pernah menjadi “pemilik peradaban” selama lebih dari ratusan tahun, namun karena tidak mengamalkan nilai ajaran agama atau lunturnya imana dan taqwa umat Islam mundur kejayaannya.

Walaupun saat ini perubahan zaman berubah khususnya di revolusi industri 4.0 tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif. Pengertian tersebut mengisyaratkan semua perkembangan berubah pesat, dan cepat beserta inovasi-inovasi teknologi yang kabarnya tenaga manusia akan segera digantikan oleh robot. Tantangan dan rintangan selain aspek  sosial, alam, teknologi, ekonomi, politik yang perlu di persiapakan dalam revolusi industri 4.0 menurut Zhou dkk (2015) adalah pengetahuan.  Umat Islam perlu memersiapkan pengetahuannya dalam revolusi industri 4.0 dengan langkah untuk mendapatkan ilmu pengatahun yang diterangkan dalam Al-Quran sebagai berikut. 1) Lewat eksperimen dan pengamatan indrawi; 2) Lewat akal dan pikiran; 3) Lewat wahyu atau ilham  (Nata dkk. 2005, hlm.76-81). Selain  mendapatkan ilmu pengetahuan dan usahanya perlu kita cermati yang paling penting adalah manfaatnya yaitu harus berlandaskan keimanan, ibadah, penghambaan dan ibadah kepada Allah SWT. Selain itu bahwa menyembah Allah swt, tidak hanya sekedar melaksanakan ibadah-ibadah ritual semata, tetapi lewat perantaraan menuntut ilmu dan berguna untuk umat juga termasuk perbuatan yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT, dan sebagai seorang yang beriman wajib meyakini hal tersebut.

Umat Islam pun untuk menjadikan keberhasilan di era revolusi industri 4.0 harus meningkatkan taqwa karena akan membawa keuntungan yang besar tidak hanya sekedar penguasaan IPTEK sesuai Firman Allah SWT yaitu, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa mendapat kemenangan”, (Q.S An Naba:31). Banyak keuntungan yang akan diperoleh baik secara individu maupun kolektif terhadap kualitas nilai ketakwaan itu diantara keuntungan tersebut yaitu. 1) Memperoleh al-Furqon; 2)  Memperoleh jalan keluar dari segala ragam problema hidup yang dihadapinya; 3) Amalan-amalan shalehnya diterima oleh Allah SWT; 4) Allah SWT akan memasukan kedalam surga, kekal didalamnya serta hidup dalam keridhaan-Nya.

Daftar Referensi.

Ali, Mukti. 1996.Memahami Beberapa Aspek Ajaran Islam. Bandung: Mizan.

Donald R. Hill. 1993. Islamic Science And Engineering, Edinburgh University Press.

Drath, R., & Horch, A. 2014. Industrie 4.0: Hit or hype?[industry forum]. IEEE industrial electronics magazine, 8(2), pp. 56-58.

Gaudah, Muhammad Gharib; Rida, Muhyiddin Mas (Penerjemah) (2012). 147 Ilmuwan Terkemuka dalam Sejarah Islam. Jakarta: Al-Kautsar. 

Hanafi, Ahmad. 1994.Theologi Islam. Jakarta: Bulan Bintang.

Kusumaputra, Adhi. 2019. Revolusi Industri 4.0 Perlu Jadi Acuan Kurikulum. Diperoleh 20 Maret 2019. Dari https://kompas.id/baca/utama/2018/09/13/revolusi-industri-4-0-perlu-jadi-acuan-kurikulum/?asaldaftarakun=baca_artikel

Nasution, Harun. 1985. lslam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya, Jilid I, CetKe-5, UI-Press, Jakarta Shafiyu al-Rahman al-Mubarakafury, Rahiq al-Makhtum. 2002. Bahthun al-Sirah al-Nabawiyyah ‘ala Ṣāhibuhā Afḍalu al-Ṣalātu wa ’l-Salām. al-Mansurah: Dar al-Wafa.

Nata Abuddin, dkk. 2005. Integrasi Ilmu Agama dan Ilmu. Umum Cet. I. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Qardhawi, Yusuf. 1995. Kaifa Nata 'amalu Ma 'a Assunnah An Nabawiyah  (Bagaimana Memahami Hadits Nabi) Terjemahan Muhammad AI-Baqir. Cet. Ke—4. Bandung: Karisma.

Qardhawi, Yusuf. 1997. Pengantar Kajian Islam, Pustaka Al-Kautsar

Shihab, M. Quraish. 1996. Wawasan Al-Qur 'an: Taj5ir Maudlu 'I atas Pelbagai Persoalan Umat, Cet. Ke-l. Bandnung: Mizan. 

Shihab M Quraish. 1994. Membumikan Al-Qur'an, Bandnung: Mizan.

Syalabi, A. 1987. Sejarah dan Kebudayaan Islam. Cet. Ke-5. Jakarta: Pustaka AI-Husna.

Tanpa nama. 1997. Ensiklopedi al-Qur’an. Jilid I. Jakarta: Bimantara.

Tim Wallace Murphy. 2006. What Islam Did For Us: Understanding Islam’s Contribution to Western Civilization” . Watkins Publishing: London. 

Zhou, K., Taigang L., & Lifeng, Z. 2015. Industry 4.0: Towards future industrial opportunities and challenges. In Fuzzy Systems and Knowledge Discovery (FSKD), IEEE 12th International Conference, pp. 2147-2152

Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University