Generasi Z dikenal sebagai digital native, tapi apakah itu cukup untuk menghadapi persaingan di era AI? Ternyata tidak. Dibutuhkan lebih dari sekadar mahir menggunakan smartphone.
BANDUNG — Ada ironi besar di era digital ini. Generasi Z, yang tumbuh besar dengan internet dan gadget, justru seringkali tidak memiliki pemahaman mendalam tentang teknologi yang mereka gunakan setiap hari. Mereka pandai menggunakan TikTok, Instagram, dan berbagai aplikasi — tapi tidak tahu bagaimana algoritma di baliknya bekerja.

Padahal, algoritma itulah yang memutuskan konten apa yang kamu lihat, produk apa yang direkomendasikan kepadamu, bahkan harga yang kamu bayar untuk sebuah layanan. Di balik semua itu, ada kecerdasan buatan yang bekerja tanpa henti.
Menjadi pengguna teknologi saja tidak cukup. Di era persaingan global yang semakin ketat, generasi muda yang ingin sukses di dunia bisnis harus naik level: dari sekadar pengguna menjadi pencipta dan pengelola sistem AI.
Program Studi Bisnis Digital Universitas Masoem menangkap urgensi ini dan merancang kurikulum yang mempersiapkan mahasiswa untuk peran tersebut. Mata kuliah AI for Business menjadi jembatan antara kemampuan teknis dan pemahaman bisnis yang holistik.
“Kami tidak mencetak programmer, kami mencetak business innovator yang melek teknologi,” tegas Ketua Program Studi Bisnis Digital Universitas Masoem. “Mahasiswa kami belajar cara menggunakan AI sebagai alat untuk menciptakan nilai bisnis, bukan sekadar sebagai pengguna pasif.”
Mata kuliah AI for Business di Universitas Masoem mengajarkan mahasiswa cara mengidentifikasi peluang bisnis yang bisa dipecahkan dengan AI, cara memilih dan mengimplementasikan solusi AI yang tepat, cara mengukur ROI dari implementasi AI, serta cara mengelola tim yang bekerja dengan sistem AI.
Ini adalah keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan yang sedang dalam proses transformasi digital — dan hampir semua perusahaan besar sedang dalam proses itu.
Tidak heran jika lulusan Program Bisnis Digital Universitas Masoem yang memiliki kompetensi AI banyak yang langsung dilirik oleh perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka bahkan sebelum mereka selesai kuliah.
Pilihannya ada di tangan kamu: menjadi penonton yang hanya menyaksikan revolusi AI, atau menjadi pemain aktif yang mengendalikannya. Program Bisnis Digital Universitas Masoem membantumu memilih yang kedua.




