Menurut Noori dan Redford (1995), kondisi pasar setelah Perang Dunia ke II, memunculkan suatu falsafah bahwa “sesuatu yang lebih besar adalah lebih baik” (n bigger is better). Sebagai konskuensinya maka banyak perusahaan menerapkan produksi massal (mass production). Produksi massal merupakam suatu sistem ekonomi yang bercirikan: (1) pasokan sumber daya tidak terbatas, (2) selalu memperluas pasar dan (3) produk-produk yang terstandardisasi. Akan tetapi, saat ini pelanggan bersifat lebih selektif, membutuhkan produk-produk yang lebih bermutu (standar lebih tinggi) sehingga persaingan semakin rumit. Konsekuensi lainya adalah bahwa perusahaan harus putar otak untuk menyusun kembali strategi bisnis agar mampu meyesuaikan dengan perubahan tersebut. Beberapa kecenderungan hasil dari perubahan strategi dan kebijakan pasar yang biasanya dilakukan oleh perusahaan antara lain:
- Kemajuan teknologi, ilmu biologi dan ilmu fisik, memasok industry dengan bahan baku baru, produk baru dan kebutuhan pasar yang baru. Ada 90% lebih kemajuan ilmu pengetahuan selama 30 tahun terakhir.
- Percepatan pergerakan produk baru telah memperpendek siklus hidup produk sebagian besar produk. Produk elektronik dan produk teknologi lainnya saat ini banyak yang memiliki rentang hidup hanya beberapa bulan saja.
- Penurunan biaya transportasi dan komunikasi telah meningkatkan persaingan global dalam bisnis internasional. Persaingan global semakin intensif, dimana berbagai negara mengarah kepada penghilangan proteksi dan penciptaan zona perdagangan bebas yang luas.
- Pasar secara umum telah terfragmentasi, tidak meluas karena persaingan semakin ketat. Pelanggan meminta produk-produk bermutu tinggi, pada tingkat harga yang layak, yang memenuhi kebutuhan individual mereka. Pelanggan yang tidak puas akan beralih dari satu produk ke produk yang lain.
- Meningkatkan perhatian negara-negara tentang lingkungan hidup diterjemahkan ke dalam peraturan yang ketat. Pasokan energi konvesional terbatas, demikian pula kemampuan dunia menyerap limbah produk atau memproses produk samping.
Sebagai konsekuensinya dari kecenderungan tersebut, pasar tidak menyerap produk-produk standar dalam jumlah besar. Produk-produk baru atau modifikasi harus dengan cepat dapat dikembangkan dan dibawa ke pasar. Peningkatan resiko terhadap penurunan mutu selama penyimpanan dan perluasan lini produk menyebabkan sistem penyimpanan menjadi sangat mahal. Hal ini mendorong meningkatnya industri dengan skala lebih kecil yang dapat menghasilkan beragam produk dalam berbagai volume dan pesanan non-regular (random order).
Kelenturan seperti ini menyebabkan suatu perusahaan industri pangan dapat melayani sejumlah segmen pasar dan pelanggan-pelanggan yang berbeda dalam setiap segmen. Permintaan produk akan meningkat sementara perusahaan mempertahankan tingkat inventori yang rendah. Biaya produksi akan menurun melalui penyederhanaan proses dan rancangan produk yang lebih mudah diproduksi. Kelenturan lebih besar dan biaya lebih rendah memaksa perusahaan bekerja sama dengan pemasok dan pelanggan dalam perspektif jaringan yang lebih luas. Kelebihan sistem produksi massal dan kelebihan dari penawaran beragam produk dapat dikombinasikan menjadi suatu strategi “mass customization” Mass customization dan perkembangan lain di pasar mempunyai konsekuensi tersendiri terhadap mutu dan kebijakan mutu. Antisipasi terhadap perkembangan ini mencakup keputusan mutu dalam proses manajemen strategis dan kebijakan mutu yang sesuai dengan tujuan strategis dan kebijakan mutu yang sesuai dengan tujuan strategis perusahaan.
Manajemen strategi adalah proses perencanaan dan implementasi strategi untuk melaksanakan misi organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan memastikan keuntungan. Intisari manajemen strategis adalah memandang ke depan, memahami lingkungan dan posisi perusahaan untuk keberhasilan dalam jangka panjang (Schermerhorn, 1999). Kegiatan-kegiatan dalam manajemen strategi terdiri dari dua kelompok, yaitu kelompok kegiatan perencanaan dan kegiatan kelompok implementasi untuk memaksimalkan strategi bisnis dan profit yang diinginkan.





