Keunggulan Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi

Beranda / Berita / Keunggulan Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi
30 Juli 2020
Keunggulan Mahasiswa yang Aktif Berorganisasi

Kegiatan mahasiswa di kampus memang utamanya adalah belajar. Namun sangat disayangkan jika kegiatan mahasiswa hanya monoton di dalam kelas saja. Selain kegiatan belajar dalam kelas, ada pula kegiatan lain yang dapat mengasah kemampuan mahasiswa selain akademik. Salah satunya adalah kegiatan berorganisasi.

Kegiatan organisasi kemahasiswaan sangat membantu dalam pengembangan diri. Hal ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri di wilayah di luar akademik, seperti kemampuan komunikasi, dan lainnya.

Berikut adalah beberapa keunggulan mahasiswa yang aktif berorganisasi di kampus.

1. Mengasah Soft Skill

Jika hard skill adalah kemampuan yang di dapat di kelas tentang teknis suatu disiplin ilmu, maka soft skill adalah hal yang sangat berbeda. Soft skill adalah kemampuan dalam hal manajerial, baik mengatur diri sendiri maupun mengatur orang lain. Kemampuan ini sangat sulit di dapat di dalam kelas, karena terdapat cukup jarang kelas yang mengajarkan kemampuan tersebut. Soft skill ini bisa didapatkan melalui banyaknya interaksi pada kegiatan organisasi.

2. Memperluas Jaringan

Dengan banyaknya interaksi dalam berorganisasi, semakin banyak pula jejaring yang di dapat. Tidak hanya dalam lingkungan kampus, bahkan jejaring antar kampus pun bisa didapatkan. Tidak hanya antar mahasiswa saja, melainkan dengan dosen, pejabat, dan orang-orang penting lainnya yang hanya bisa didapatkan melalui kegiatan organisasi. Hal ini akan berguna untuk mempermudah mencari kerja di masa mendatang.

3. Menyalurkan Minat dan Bakat

Mengikuti organisasi juga dapat menyalurkan minat dan bakat mahasiswa di bidang yang dia senangi. Kegiatan kemahasiswaan dapat diarahakan pada program kerja yang disenangi oleh anggotanya. Sebagai contoh, organisasi dapat membuat program kerja di bidang musik untuk mewadahi anggotanya yang senang dengan kegiatan bermusik. Hal ini juga berguna sebagai hiburan dari kegiatan organisasi lainnya yang menguras banyak waktu dan tenaga.

4. Belajar Langsung dari Pengalaman

Bila pelajaran di dalam kelas berlandaskan pada teori, mahasiswa belajar berorganisasi secara langsung tanpa berteori. Maksudnya adalah mereka dapat belajar dari pengalaman berkegiatan dalam organisasi tersebut. Kemampuan berbicara di depan orang banyak, sebagai contoh, secara langsung di praktikan dalam rapat-rapat organisasi tanpa mengenal terlebih dahulu bagaimana cara berbicara di depan orang banyak. Semakin banyak melakukan kegiatan maka pembelajaran yang di dapat pun akan semakin banyak.

5. Meningkatkan Empati

Berorganisasi berarti banyak berinteraksi dengan orang lain. Untuk berinteraksi, salah satu kemampuan yang harus dimiliki adalah melihat situasi sekitarnya. Hal ini dapat meningkatkan kepekaan terhadap apa yang dirasakan oleh orang lain.

6. Tambahan untuk CV

Pengalaman organisasi sering kali menjadi pertimbangan penting bagi perusahaan untuk merekrut karyawan baru. Orang yang memiliki banyak pengalaman organisasi cenderung lebih disukai ketimbang orang yang pasif saat kuliahnya.

Penjelasan di atas memperlihatkan bahwa kegiatan organisasi kemahasiswaan akan menambah nilai pada diri mahasiswa. Tetapi jangan lupa bahwa tugas utama mahasiswa tetaplah belajar dengan baik.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University