Kok Bisa Pebisnis Online Kasih Free Ongkir ? Ini Penjelasannya !

Beranda / Berita / Kok Bisa Pebisnis Online Kasih Free Ongkir ? Ini Penjelasannya !
20 Juni 2022
Kok Bisa Pebisnis Online Kasih Free Ongkir ? Ini Penjelasannya !

Kehadiran teknologi informasi saat ini telah mengubah banyak hal tak terkecuali dalam dunia bisnis. Bergesernya cara kita berbelanja dan bertransaksi dari konvensional menjadi online sudah menjadi hal yang biasa. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya aplikasi belanja online yang ditawarkan kepada konsumen. Selain itu kehadiran online shop adalah bukti lain bahwa siapapun bisa membuka toko secara online tanpa mengenal usia dan jenis kelamin. Maka tidak heran dunia bisnis digital saat ini semakin berkembang.

Dengan kemudahan bertansaksi, biaya yang dianggap lebih murah dibandungkan belanja secara konvensional menjadi beberapa asalan kita untuk lebih memilih berbelanja secara online. Bahkan saat momen tertentu, pihak penjual maupun marketplace menawarkan gratis ongkos kirim atau yang lebih populer dengan istilah“free ongkir”. Free ongkir artinya pihak pembeli tidak perlu mengeluarkan biaya khusus diluar harga produk yang mereka beli. 

Namun pernahkah kalian bertanya “Kok bisa mereka kasih free ongkir? Emang gak akan rugi?” Kampanye gratis ongkos kirim merupakan tindakan yang sengaja dibuat. Beberapa seller sengaja melakukan hal tersebut untuk beberapa alasan yang salah satunya membuat “heboh” agar pembeli yang berasal dari luar pulau tertarik untuk membeli. Seller berharap calon pembeli akan tertarik membeli produknya karena bisa mendapatkan produk yang mereka inginkan tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk ongkirnya. Dalam hal ini semua ongkir menjadi beban marketing dari pihak seller.

Pada umumnya seller yang baru membuka toko online shop-nya melakukan hal tersebut saat akan memasarkan produknya yang belum banyak diulas oleh konsumen. Di sisi lain, seller melihat peluang calon konsumen yang berada di luar pulau cukup banyak. Contoh campaign yang mereka buat seperti “Beli Produk Dimana Saja, Semua Free Ongkir ke Seluruh Indonesia”. Pertanyaan berikutnya “Kok bisa?”. Ya tentu saja bisa, karena produk yang mereka tawarkan dengan fasilitas ongkir hanya beberapa item pilihan yang secara margin sudah diset sedemikian rupa agar bisa menutupi biaya ongkir terbesar di Indonesia.

Contoh margin produk pilihan yang kita set mencapai 120 ribu rupiah sedangkan ongkir termahal di Indonesia (misalkan) 70 ribu rupiah. Artinya seller tersebut masih punya margin 50 ribu rupiah. Untuk kasus ini kita sebagai seller harus cerdas dalam memainkan produk dan biaya karena tidak semua produk bisa kita tawarkan free ongkir. Selain kasus tersebut ada beberapa tipe dan jenis free ongkir yang biasanya ditawarkan kepada konsumen seperti:

  1. Free Ongkir Untuk Jarak Dekat : Jenis free ongkir ini bisa dibilang yang paling banyak dilakukan karena masih dalam satu daerah yang sama. Karena ongkirnya relatif terjangkau (misalnya 10 ribu-20 ribu rupiah), para seller tidak terlalu dipusingkan dengan perubahan margin. Tidak heran banyak online shop yang menawarkan free ongkir ke seluruh kota di Pulau Jawa. Sementara jika pembeli ada di luar pulau (misalnya Kalimantan), untuk seller yang punya gudang khusus atau re-seller di pulau tersebut, mereka bisa bekerjasama agar harga ongkir tetap “terkendali” meskipun buka penawaran free ongkir.
  2. Free Ongkir Khusus : Jenis free ongkir ini bisanya jika produk yang dibeli mencapai jumlah tertentu sehingga total margin bisa menutupi beban free ongkir. Hal ini bisanya diikuti dengan syarat dan ketentuan pembeli memesan produk dalam jumlah banyak. Sebagai contoh untuk barang yang beratnya mencapai minimal 10 kg bisanya seller menggunakan jasa cargo karena pengiriman melalui cargo cenderung lebih murah dibandingkan dengan pengiriman biasa dengan berat yang sama. Dengan perhitungan tersebut, pihak seller bisa mendesain penawaran sedemikian rupa agar total belanja setiap pembeli mencapai 10kg untuk mendapatkan fasilitas free ongkir.
  3. Free Ongkir Marketplace / Ekspedisi: Untuk seller yang sudah bisa free ongkir bisanya mereka juga bekerjasama dengan pihak marketplace tertentu. Hal ini berdampak kepada perilaku konsumen sehingga untuk mendapatkan produk dengan fasilitas free ongkir dari seller tersebut, pihak pembeli harus menginstall marketplace tertentu. Selain itu jenis free ongkir yang sama juga bisa terjadi untuk kerjasama antara seller dengan pihak ekspedisi atau perusahaan logistik tertentu. Contohnya: Untuk mendapatkan produk dari Seler A, kita bisa mendapatkan fasilitas free ongkir jika memakai layanan jasa logistik tertentu saja.  
#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2022 Masoem University