Bagi mahasiswa Universitas Ma’soem, perjalanan akademik tidak hanya dimulai di dalam ruang kelas dengan tumpukan buku, tetapi juga dimulai di lapangan melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM). Program ini merupakan bagian integral dari orientasi mahasiswa baru untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan serta membangun mentalitas pemimpin yang siap menghadapi tantangan zaman.
LDKM dirancang untuk mentransformasi cara berpikir mahasiswa dari siswa yang pasif menjadi mahasiswa yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab.
Pilar Utama LDKM: Disiplin dan Kerjasama Tim
Salah satu fokus utama dalam LDKM Universitas Ma’soem adalah pembentukan disiplin yang tinggi. Melalui serangkaian kegiatan terstruktur mulai dari latihan baris-berbaris hingga simulasi organisasi mahasiswa dilatih untuk menghargai waktu dan instruksi.
Namun, disiplin bukanlah satu-satunya tujuan. LDKM menekankan pada solidaritas. Mahasiswa dari berbagai program studi, seperti Teknik Informatika dan Teknik Industri, dipadukan dalam satu kelompok untuk menyelesaikan tantangan bersama. Di sinilah mereka belajar bahwa sebuah visi besar hanya bisa dicapai melalui koordinasi tim yang solid.
Internalisasi Karakter “Cageur, Bageur, Pinter”
Program LDKM menjadi sarana utama untuk membumikan filosofi yayasan.
- Cageur: Mahasiswa ditempa fisiknya melalui kegiatan luar ruangan agar memiliki ketahanan tubuh yang prima.
- Bageur: Melalui interaksi selama kegiatan, mahasiswa diajarkan etika, tata krama, dan bagaimana menghargai sesama rekan serta senior.
- Pinter: Mahasiswa dibekali dengan materi manajemen organisasi dan teknik pengambilan keputusan yang cerdas di bawah tekanan.
Membangun Resiliensi (Ketangguhan Mental)
Kegiatan LDKM sering kali membawa mahasiswa keluar dari zona nyaman mereka. Tantangan fisik dan mental yang diberikan bertujuan untuk membangun resiliensi. Universitas Ma’soem percaya bahwa seorang calon sarjana tidak hanya butuh kecerdasan intelektual, tetapi juga ketangguhan mental agar tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan dalam perkuliahan maupun saat sudah terjun ke dunia kerja nantinya (PPL, PAL, dan KKN).
Output: Pemimpin yang Solutif
Setelah melewati masa LDKM, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan dalam organisasi kemahasiswaan (Hima/BEM) maupun dalam kehidupan sehari-hari. LDKM adalah investasi awal bagi mahasiswa agar mereka memiliki kepercayaan diri untuk berbicara di depan publik dan menginisiasi perubahan positif di lingkungannya.
LDKM di Universitas Ma’soem adalah sebuah pengalaman transformatif. Ia adalah garis start bagi setiap mahasiswa untuk mulai membangun narasi kesuksesan mereka sendiri, berbekal kepemimpinan yang kuat dan karakter yang tak tergoyahkan.





