Lebih Dari Sekedar Polisi Sekolah, Inilah Bidang Ragam Bimbingan Konseling

Beranda / Berita / Lebih Dari Sekedar Polisi Sekolah, Inilah Bidang Ragam Bimbingan Konseling
25 November 2022
Lebih Dari Sekedar Polisi Sekolah, Inilah Bidang Ragam Bimbingan Konseling

Ditilik dari aspek potensi dan arah perkembangan siswa, bimbingan konseling dapat diklasifikasikan menjadi empat bidang yaitu: (1) bimbingan dan konseling akademik, (2) bimbingan dan konseling pribadi, (3) bimbingan dan konseling sosial, dan (4) bimbingan dan konseling karir.

1. Bimbingan dan Konseling Akademik (Belajar)

Bimbingan dan konseling akademik adalah proses bantuan untuk memfasilitasi siswa dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan dalam belajar, dan memecahkan masalah-masalah belajar atau akademik. Dalam hal ini, peran guru BK menyangkut : (a) pengenalan kurikulum, (b) pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang positif, (c) pengembangan motif berprestasi, (d) cara belajar yang efektif, (e) penyelesaian tugas-tugas dan latihan, (f) pengembangan kesadaran belajar sepanjang hayat, (g) pencarian dan penggunaan sumber belajar, (h) penyesuaian diri terhadap semua tuntutan program pendidikan sehingga dapat tujuan akademik yang diharapkan, (i) perencanaan pendidikan lanjutan, dan (j) cara mengatasi kesulitan belajar. Bimbingan dan konseling akademik dilaksanakan oleh guru pembimbing atau konselor melalui (a) layanan bimbingan klasikal (layanan orientasi dan informasi), (b) layanan bimbingan kelompok, dan (c) layanan konseling (individual atau kelompok). Pemberian layanan informasi dapat dilakukan melalui beberapa cara, seperti: diskusi kelas, leaflet, brosur, majalah dinding, dan website sekolah. Bimbingan dan Konseling Akademik (Belajar) bertujuan agar siswa memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif, seperti kebiasaan membaca buku, disiplin dalam belajar, mempunyai perhatian terhadap semua pelajaran, dan aktif mengikuti semua kegiatan belajar yang diprogramkan.
  • Memiliki motif yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
  • Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif, seperti keterampilan membaca buku, mengggunakan kamus, dan mencatat pelajaran.
  • Memiliki keterampilan keterampilan untuk menetapkan pendidikan, seperti tujuan dan perencanaan membuat jadwal belajar, mengerjakan tugas-tugas, memantapkan diri dalam memperdalam pelajaran tertentu, dan berusaha memperoleh informasi (melalui media cetak atau elektronik/ internet) tentang berbagai hal dalam rangka mengembangkan wawasan yang lebih luas.
  • Memiliki kesiapan mental dan kemampuan untuk menghadapi ujian.

2. Bimbingan dan Konseling Pribadi

Bimbingan dan konseling pribadi merupakan proses bantuan untuk memfasilitasi siswa agar memiliki pemahaman tentang karakteristik dirinya, kemampuan mengembangkan potensi dirinya, dan memecahkan masalah-masalah yang dialaminya. Bimbingan dan konseling pribadi menyangkut pengembangan (a) komitmen hidup beragama, (b) pemahaman sifat dan kemampuan diri, (c) bakat dan minat, (d) konsep diri, (e) dan (f) kemampuan mengatasi masalah-masalah pribadi (stress, frustrasi, dan konflik pribadi). Bimbingan ini merupakan layanan yang mengarah kepada pencapaian pribadi yang mantap, dengan memperhatikan keunikan karakteristik pribadi serta ragam permasalahan yang dialami oleh siswa. Bimbingan dan konseling pribadi bertujuan membantu siswa agar mampu mengembangkan kompetensinya sebagai berikut :

  • Memiliki komitmen untuk mengamalkan nilainilai keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya, sekolah, tempat kerja, maupun masyarakat pada umumnya.
  • Memiliki pemahaman tentang irama kehidupan yang bersifat fluktuatif antara yang menyenangkan (anugrah) dan yang tidak menyenangkan (musibah), dan mampu meresponnya secara positif sesuai dengan ajaran agama yang dianut (bersyukur dan bersabar).
  • Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun kelemahan; baik fisik maupun psikis.
  • Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri (merasa bahwa dirinya berharga atau bermartabat, tidak merasa rendah diri).
  • Memiliki pemahaman tentang potensi diri dan kemampuan untuk mengembangkannya melalui kegiatan-kegiatan yang kreatif dan produktif, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun untuk peranannya di masa depan.
  • Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat, atau pengambilan keputusan secara mandiri sesuai dengan nilai-nilai agama, sistem etika, atau nilai-nilai budaya.
  • Memiliki kemampuan untuk merawat dan memelihara diri, sehingga menampilkan sosok diri (performance) yang rapih, bersih dan sehat.
  • Memiliki kemampuan untuk mengelola stres.
  • Memiliki sikap optimis dalam menghadapi kehidupan atau masa depan.
#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2023 Masoem University