
Pernah melihat sebuah video di TikTok atau Instagram yang mendapatkan ratusan ribu bahkan jutaan likes?
Kolom komentarnya ramai.
Banyak yang membagikan videonya.
Namun, ketika melihat produk yang dipromosikan, ternyata penjualannya biasa saja.
Di sisi lain, ada juga akun yang jumlah likes-nya tidak terlalu banyak, tetapi produknya justru sering habis terjual.
Kok bisa?
Bukankah semakin banyak likes berarti semakin banyak pembeli?
Ternyata, tidak selalu seperti itu.
Dalam dunia bisnis digital, mendapatkan perhatian dan menghasilkan penjualan adalah dua hal yang berbeda.
Yuk, kita bahas!
Likes Adalah Perhatian, Penjualan Adalah Kepercayaan
Likes menunjukkan bahwa seseorang tertarik pada sebuah konten.
Namun, ketertarikan belum tentu membuat orang langsung membeli.
Sebelum mengeluarkan uang, calon pelanggan biasanya akan mempertimbangkan banyak hal.
Misalnya:
- Apakah produknya berkualitas?
- Apakah harganya sesuai?
- Apakah ulasan pembelinya bagus?
- Apakah toko tersebut bisa dipercaya?
Karena itu, membangun kepercayaan sama pentingnya dengan membuat konten yang menarik.
Konten Viral Belum Tentu Menghasilkan Penjualan
Banyak video menjadi viral karena lucu, unik, atau mengikuti tren.
Namun, jika isi kontennya tidak mampu menjelaskan manfaat produk atau tidak sesuai dengan target pasar, hasilnya belum tentu meningkatkan penjualan.
Dalam bisnis digital, tujuan akhirnya bukan hanya mendapatkan banyak penonton, tetapi mengubah perhatian menjadi transaksi.
Kenali Siapa Target Pasarmu
Bayangkan kamu menjual perlengkapan olahraga.
Lalu, kontenmu justru lebih banyak ditonton oleh orang yang tidak memiliki minat terhadap olahraga.
Meskipun jumlah likes tinggi, peluang terjadinya pembelian tetap kecil.
Karena itu, memahami target pasar menjadi salah satu kunci dalam menyusun strategi pemasaran.
Data Lebih Penting daripada Sekadar Angka Likes
Pebisnis digital tidak hanya melihat jumlah likes.
Mereka juga menganalisis berbagai data lainnya, seperti:
- Berapa banyak orang yang mengunjungi toko setelah melihat konten.
- Berapa banyak yang menambahkan produk ke keranjang.
- Berapa banyak yang benar-benar membeli.
- Produk mana yang paling diminati.
- Konten mana yang menghasilkan penjualan.
Data-data tersebut membantu perusahaan mengetahui strategi mana yang benar-benar efektif.
Branding Membuat Orang Lebih Yakin
Saat memilih produk, banyak orang lebih percaya pada brand yang terlihat profesional dan konsisten.
Branding membantu pelanggan mengenali identitas sebuah bisnis.
Mulai dari cara berkomunikasi, tampilan media sosial, kualitas pelayanan, hingga pengalaman pelanggan, semuanya memengaruhi keputusan pembelian.
Karena itu, branding sering kali lebih berpengaruh daripada sekadar jumlah likes.
Bisnis Digital Bukan Sekadar Mengejar Angka
Dalam dunia bisnis digital, angka memang penting.
Tetapi angka yang benar-benar diperhatikan bukan hanya jumlah likes atau followers.
Yang lebih penting adalah apakah strategi yang dilakukan mampu:
- Menarik pelanggan yang tepat.
- Meningkatkan kepercayaan.
- Membuat pelanggan kembali membeli.
- Mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.
Inilah alasan mengapa strategi bisnis jauh lebih penting daripada sekadar viral.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Bisnis Digital?
Kalau kamu penasaran bagaimana perusahaan mengubah perhatian menjadi penjualan, Jurusan Bisnis Digital menawarkan banyak pembelajaran yang relevan.
Mahasiswa akan mempelajari berbagai bidang seperti:
- Digital Marketing
- Content Marketing
- Branding
- E-Commerce
- Analisis Data Bisnis
- Perilaku Konsumen
- Strategi Bisnis Digital
- Manajemen Bisnis
- Kewirausahaan Digital
- Pemanfaatan Teknologi dalam Bisnis
Melalui pembelajaran tersebut, mahasiswa memahami bagaimana menyusun strategi pemasaran yang efektif berdasarkan data dan kebutuhan pasar.
Peluang Kariernya Sangat Luas
Lulusan Bisnis Digital memiliki peluang berkarier sebagai:
- Digital Marketing Specialist
- Brand Executive
- Content Strategist
- Social Media Specialist
- Business Development
- E-Commerce Specialist
- Business Analyst
- Data Analyst
- Digital Strategist
- Entrepreneur
Profesi-profesi tersebut semakin dibutuhkan karena perusahaan ingin mengembangkan bisnisnya secara optimal di era digital.
Mengapa Memilih Bisnis Digital di Ma’soem University?
Kalau kamu ingin memahami bagaimana sebuah konten dapat menghasilkan lebih dari sekadar likes, Program Studi Bisnis Digital Ma’soem University bisa menjadi pilihan yang tepat.
Di Ma’soem University, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman melalui praktik, proyek, dan studi kasus yang menggambarkan tantangan nyata di dunia bisnis. Mahasiswa akan belajar mengenai digital marketing, branding, e-commerce, analisis data, perilaku konsumen, hingga strategi bisnis digital sehingga mampu menyusun keputusan bisnis yang lebih efektif.
Didukung oleh kurikulum yang mengikuti perkembangan industri, dosen yang berpengalaman, serta lingkungan belajar yang mendukung kreativitas dan inovasi, Ma’soem University berkomitmen mencetak lulusan yang siap menghadapi dunia kerja maupun membangun bisnis digital yang berdaya saing.
Kesimpulan
Likes yang banyak memang bisa menjadi tanda bahwa sebuah konten menarik perhatian.
Namun, perhatian saja belum tentu menghasilkan penjualan.
Keberhasilan sebuah bisnis ditentukan oleh banyak faktor, mulai dari memahami target pasar, membangun kepercayaan, memanfaatkan data, hingga menyusun strategi pemasaran yang tepat.
Kalau kamu ingin mempelajari bagaimana cara mengubah perhatian menjadi peluang bisnis yang nyata, Program Studi Bisnis Digital Ma’soem University siap menjadi tempat untuk memulai perjalananmu di dunia bisnis digital.



