9e979302fda07f21

Literasi sebagai Komponen Dasar dan Penting dalam Kecakapan Abad-21

Seiring dengan perkembangan zaman, keterampilan yang dibutuhkan oleh individu sebagai sebuah kebutuhan dan tuntutan mengalami pergeseran. Saat ini dan kedepannya, keterampilan yang diutamakan dalam menghadapi perubahan zaman bukan lagi tentang kemampuan fisik melainkan lebih kepada soft skills yang meliputi kemampuan memecahkan masalah, kognitif, dan sosial.

Negara-negara mengadaptasi sistem pendidikan mereka untuk memenuhi kebutuhan perubahan agar dapat adaptif dan berkembang seiring kemajuan teknologi. Literasi dan numerasi sejak dini perlu ditumbuhkan melalui banyak pendekatan pembelajaran di sekolah atau perguruan tinggi. Di Indonesia pun telah dilakukan pembaharuan visi pendidikan yang tertuang dalam Visi Pendidikan Indonesia 2035 yaitu membangun rakyat Indonesia untuk menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, sejahtera, dan berakhlak mulia dengan menumbuhkan nilai-nilai budaya Indonesia dan Pancasila.

Literasi sebagai kompetensi global  menjadi komponen dasar dan penting dalam mendukung kecakapan abad-21. Literasi dasar yang perlu dimiliki oleh setiap individu meliputi literasi bahasa dan sastra, literasi numerasi, literasi sains, literasi digital, literasi keuangan, literasi budaya dan kewarganegaraan. Literasi bahasa dan sastra dikenal dengan kemampuan baca tulis yaitu kemampuan memahami isi teks tertulis baik tersirat maupun tersurat dan menggunakannya untuk mengembangkan pengetahuan dan potensi diri.

Literasi numerasi yang cenderung dikaitkan dengan matematika memiliki makna sebagai kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol yang terkai dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari. Literasi numerasi juga berkaitan dengan kecakapan untuk menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk grafik, tabel, bagan, dan menggunakan interpretasi hasil analisis untuk meprediksi dan mengambil keputusan. Literasi numerasi ini menjadi hal yang penting agar kita dapat berpikir rasional, sistematis, kritis dalam menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan dalam berbagai konteks.

Literasi sains adalah kemampuan mengidentifikasi memahami dan memaknai isu terkait sains yang diperlukan seseorang untuk mengambil keputusan. Indikator kompetensi yang dijabarkan dari literasi sains ini meliputi:

a. Mengetahui pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural tentang makhluk hidup dan kehidupan, materi dan sifatnya, energi dan perubahannya, bumi dan antariksa, serta sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat

b. Memahami sains sebagai bagian penting dalam kehidupan sekitarnya dan memiliki keterhubungan dengan dimensi pengetahuan lain seperti lingkungan, sosial/masyarakat, ekonomi, dan teknologi

c. Memaknai sains dengan cara mengapresiasi peran sains dalam kehidupan, menunjukkan tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan terkait penggunaan produk-produk sains.

Literasi finansial meliputi pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep, risiko, keterampilan, dan motivasi dalam konteks finansial. Literasi finansial menjadi penting karena individu dapat membuat keputusan yang efektif untuk meningkatkan kesejahteraan finansial dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat. Pendekatan yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan literasi finansial adalah penggunaan uang, perencanaan dan pengelolaan uang, resiko dan keuntungan menabung, serta lanskap keuangan.

Literasi digital adalah kecapakan dalam menggunakan media digital dengan beretika dan bertanggung jawab untuk memperoleh informasi dan komunikasi. Literasi digital juga berkaitan dengan kemampuan dalam mengetahui sumber informasi, mengakses, memilah, mengolah, memaknai, dan memanfaatkan informasi digital baik secara offline maupun online untuk mencapai keunggulan ekonomi, sosial, dan politik. Literasi digital membuat individu mampu berpikir kritis, kreatif, inovatif, memecahkan masalah, berkomunikasi dan berkolaborasi.

Literasi budaya dan kewarganegaraan adalah kecerdasan warga negara untuk memilah dan memilih nilai-nilai budaya luhur bangsa yang relevan untuk dijadikan dasar dalam bersikap, bertindak, dan berperilaku di tengah keragaman.