Mahasiswa, Mulai Latih Soft Skill dengan Aktif Berorganisasi

Menjadi mahasiswa berprestasi sudah pasti menjadi dambaan setiap orang karena akan memberikan kebanggan tersendiri. Tapi pernahkah seorang mahasiswa terpikirkan untuk menjadi berprestasi sekaligus menjadi mahasiswa yang aktif berorganisasi dan memiliki banyak relasi? Siapapun tentu saja menginginkannya bukan? Sayangnya tidak semua mahasiswa tertarik untuk terjun menjadi aktivis di lingkungan kampus dengan berbagai macam alasannya. Padahal seorang mahasiswa yang memiliki kecerdasan akademis dan diikuti dengan softskill organisasi yang mumpuni maka akan memberikan kebanggan tersendiri karena tentunya banyak tantangan dan juga hambatan dalam meraih keduanya.

Sebagai mantan seorang aktivis kampus ada beberapa hal yang perlu mahasiswa ketahui mengapa melatih soft skill itu perlu. Selain memiliki jaringan relasi yang lebih luas dengan berbagai elemen kampus, mahasiswa yang aktif berorganisasi biasanya dapat menemukan hal-hal baru yang menarik seputar dunia internal maupun eksternal kampus. Tapi jangan salah menjadi seseorang yang aktif berorganisasi juga tentu ada tantangan dan hambatannya, salah satunya izin dari orangtua. Sebelum mahasiswa memutuskan untuk mengikuti keanggotaan dalam suatu organisasi, hal yang harus dimiliki selain niat yang kuat yaitu izin dari orangtua. Izin orangtua menjadi hal yang paling fundamental karena jika sudah mendapatkannya mahasiswa akan lebih maksimal dalam berorganisasi. Hal tersebut bukan berarti menjadikan seorang aktivis tidak memprioritaskan keluarga akan tetapi mahasiswa yang aktif berorganisasi akan menetapkan porsi tertentu bagi organisasi dan keluarga, sehingga diperlukan manajemen yang baik untuk bisa menyeimbangkan keduanya.

Banyak hal yang bisa kita pelajari ketika aktif berorganisasi, baik organisasi internal maupun eksternal kampus. Dunia organisasi tidak terbatas hanya pada job desk dari setiap divisi atau kepanitiaan saja, akan tetapi lebih daripada itu. Loyalitas mahasiswa sangat diperlukan untuk terciptanya lingkungan organisasi yang harmonis dan bersinergis antar satu dengan yang lainnya. Salah satu yang biasanya selalu dimiliki seorang aktivis kampus yaitu skill komunikasi yang terlatih. Melalui skill komunikasi seorang mahasiswa menjadi terbiasa untuk melakukan public speaking, lobbiying, diskusi dan juga berkoordinasi. Bukankah hal-hal tersebut sangat jarang kita dapatkan dalam perkuliahan selain public speaking berupa presentasi makalah dan mendiskusikannya? Skill komunikasi yang dilakukan seorang aktivis tentunya tidak hanya dilakukan dengan pihak internal kampus saja tapi dengan pihak-pihak eksternal yang memiliki kepentingan dengan suatu event atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

Banyak hal yang menarik jika membahas seputar organisasi kampus. Tapi tentu itu semua akan terdengar sedikit klise jika kita tidak merasakannya secara langsung. Bukankah begitu? Maka dari itu latihlah soft skill dengan aktif berorganisasi dan tetap mempertahankan prestasi. Dengan begitu kamu akan merasakan beberapa perubahan yang menjadikan dirimu lebih baik lagi dan memiliki value lebih dibandingkan mahasiswa lain.

Ada beberapa organisasi internal yang bisa kamu pilih di Ma’soem University yaitu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan juga Himpunan Mahasiswa Jurusan yang semuanya tergabung menjadi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Al Ma’soem Bandung. Yuk calon mahasiswa baru jadilah bagian dari perubahan Ma’soem University  ke arah yang lebih baik lagi dengan aktif berorganisai dan ikut memajukan kampus tercinta.