Menurut Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Ismunandar, tahun ini kuota penerima beasiswa Bidikmisi (Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi) dinaikkan. Dimana [ada 2018 kuota 90.000 mahasiswa, di tahun 2019 ini kuota menjadi 130.000 mahasiswa.
Tahun ini Ma’soem University akan kembali menerima mahasiswa melalui jalur Bidikmisi untuk Program Diploma III Komputerisasi Akuntansi, setelah tahun lalu berhasil diselenggarakan semoga tahun ini jumlah penerimaan mahasiswa melalui program Bidikmisi akan bertambah.
Alur proses penerimaan masih seperti tahun lalu dimana pemberkasan biodata siswa seperti surat kelulusan, ijazah, kartu keluarga dan lain-lain merupakan tahapan awal yang dilakukan oleh Ma’soem University untuk menyeleksi calon pendaftar. Kemudian jika dirasa layak untuk didaftarkan, maka langkah selanjutnya adalah mensurvey lokasi rumah sekaligus wawancara dengan orang tua siswa untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kondisi di lapangan.
Setelah seluruh pemberkasan dan survey lokasi selesai dilakukan, proses seleksi dilanjutkan dengan Test Potensi Akademik (TPA) menggunakan komputer dan juga test tertulis. Beberapa siswa dengan Hasil terbaik dan dinyatakan lulus, nantinya akan mendapatkan fasilitas Bidikmisi sesuai dengan ketentuan yang ada.
Bidikmisi sendiri memiliki berbagai macam fasilitas seperti dibebaskan biaya pendaftaran & biaya pendidikan selama menjadi mahasiswa sampai diberikan Jaminan biaya hidup sementara dan transportasi dari daerah asal (khusus untuk yang direkrut sebelum menjadi mahasiswa). Tahun lalu untuk biaya hidup yang akan diterima mahasiswa Bidik misi di Ma’soem University, sesedikitnya Rp650.000/bulan yang disesuaikan dengan pertimbangan biaya hidup di masing masing wilayah.
Semoga tahun ini dengan semakin pesatnya perkembangan yang ada akan semakin memotivasi para calon mahasiswa Ma’soem University untuk memanfaatkan setiap fasilitas yang ditawarkan untuk bergabung dengan komunitas Ma’soem University.





