Di masa Pandemi COVID 19 seperti saat ini banyak kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara leluasa. Hal ini juga berdampak kepada rutinitas manusia sehari-hari termasuk kepada perilaku membeli / perilaku konsumen. Di saat banyak barang/jasa yang menurun tingkat penjualannya, terdapat beberapa hal yang justru penjualannya meningkat drastis semenjak pandemi. Kegiatan dirumah yang sudah terlalu lama dialami oleh hampir semua orang membuat tingkat kejenuhan dan stress menjadi meningkat. Maka dari itulah barang/jasa yang mampu menurunkan dampak negatif tersebut menjadi sangat laku. Sebut saja bisnis tanaman atau bisnsis akuarium. Dua contoh kegiatan tadi dipercaya dapat menurunkan tingkat stress karena terlalu lama dirumah, bahkan untuk beberapa kasus tertentu harganya bisa melambung sangat tinggi hingga sulit diterima oleh opini awam yang belum memahami produk tersebut seutuhnya
Keputusan konsumen untuk membeli barang / jasa dipengaruhi oleh banyak faktor yang dua diantaranya adalah Persepsi dan Sikap. Masih banyak orang yang keliru memahami dua konsep ini. Dalam ilmu psikologi konsumen, konsep persepsi dan sikap ini termasuk ke dalam pembahasan tingkat individu.
Adapun definisi Persepsi menurut para ahli antara lain:
- MARKIN (1974): Persepsi adalah suatu proses yang kompleks dimana seseorang menyeleksi, mengorganisir dan menginterpretasi stimulus sensori kedalam suatu gambaran yang berarti tentang dunia
- MILTON: Persepsi adalah suatu proses pengumpulan, pemilihan dan penafsiran suatu stimulus yang berasal dari lingkungan atau dunia
- Mc NEAL (1982): Proses dimana input yang bersifat sensoris diinterpretasikan
- DAVIS & NEWSTROOM (1986): Persepsi merupakan pandangan individu terhadap dunia lingkungannya
- KOTLER (1983): Proses dimana individu memilih, memberikan informasi dan memberikan interpretasi terhadap informasi yang masuk.
Jika kita lihat dari beberapa definisi di atas, maka terdapat benang merah yang bisa kita simpulkan bahwa Persepsi adalah proses dimana individu menggunakan panca indra-nya, khususnya indra penglihatan (sensori) saat menerima stimulus / rangsangan sehingga individu tersebut dapat memilih, mengatur dan menerjemahkan suatu informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti bagi dirinya. Akan tetapi sering kita jumpai kekeliruan di masyarakat saat menggunakan kata persepsi tadi dalam kalimat sehari hari. Sebagai contoh : “persepsi anak muda terhadap logo baru produk X sangat baik”. Hal ini tentu saja menjadi kurang tepat mengingat dari definisi yang dituliskan sebelumnya TIDAK SATU PUN yang membahas / menyebutkan kata “suka-tidak suka’ ataupun “baik-tidak baik”. Tahapan individu ketika mereka sudah menilai sesuatu sehingga timbul pikiran dan perasaan “suka-tidak suka’ dan “baik-tidak baik” merupakan pembahasan “Sikap”.
Sikap sendiri memiliki beberapa komponen yang diantaranya adalah:
- Kognitif : Komponen kognitif sendiri meliputi persepsi, pendapat dan keyakinan seseorang dimana individu menggunakan logika dan keyakinannya sehingga akan diwujudkan dalam bentuk kesan ”baik” atau “tidak baik” tentang suatu obyek. Dilhat dari komponen ini bisa kita simpulkan bahwa persepsi merupakan bagian dari sikap dan sikap merupakan akibat dari beberapa faktor dimana persepsi adalah salah satunya.
- Afektif : Komponen afektif berhubungan dengan penilaian emosional dimana individu akan memberikan respon senang atau tidak senang, menyukai atau tidak menyukai terhadap suatu obyek.
- Konatif : Pada tahapan komponen ini, seseorang sudah menunjukkan tindakanperilakunya terhadap sebuah objek tertentu. Sebagai contoh jika sesorang menyukai sebuah iklan tertentu, dia membagikannya kepada orang lain melalui sosial media.





