
Di masa Pandemi COVID 19 seperti saat ini banyak kegiatan yang tidak bisa dilakukan secara leluasa. Hal ini juga berdampak kepada rutinitas manusia sehari-hari termasuk kepada perilaku membeli / perilaku konsumen. Di saat banyak barang/jasa yang menurun tingkat penjualannya, terdapat beberapa hal yang justru penjualannya meningkat drastis semenjak pandemi. Kegiatan dirumah yang sudah terlalu lama dialami oleh hampir semua orang membuat tingkat kejenuhan dan stress menjadi meningkat. Maka dari itulah barang/jasa yang mampu menurunkan dampak negatif tersebut menjadi sangat laku. Sebut saja bisnis tanaman atau bisnsis akuarium. Dua contoh kegiatan tadi dipercaya dapat menurunkan tingkat stress karena terlalu lama dirumah, bahkan untuk beberapa kasus tertentu harganya bisa melambung sangat tinggi hingga sulit diterima oleh opini awam yang belum memahami produk tersebut seutuhnya
Keputusan konsumen untuk membeli barang / jasa dipengaruhi oleh banyak faktor yang dua diantaranya adalah Persepsi dan Sikap. Masih banyak orang yang keliru memahami dua konsep ini. Dalam ilmu psikologi konsumen, konsep persepsi dan sikap ini termasuk ke dalam pembahasan tingkat individu.
Adapun definisi Persepsi menurut para ahli antara lain:
Jika kita lihat dari beberapa definisi di atas, maka terdapat benang merah yang bisa kita simpulkan bahwa Persepsi adalah proses dimana individu menggunakan panca indra-nya, khususnya indra penglihatan (sensori) saat menerima stimulus / rangsangan sehingga individu tersebut dapat memilih, mengatur dan menerjemahkan suatu informasi untuk menciptakan gambaran dunia yang berarti bagi dirinya. Akan tetapi sering kita jumpai kekeliruan di masyarakat saat menggunakan kata persepsi tadi dalam kalimat sehari hari. Sebagai contoh : “persepsi anak muda terhadap logo baru produk X sangat baik”. Hal ini tentu saja menjadi kurang tepat mengingat dari definisi yang dituliskan sebelumnya TIDAK SATU PUN yang membahas / menyebutkan kata “suka-tidak suka’ ataupun “baik-tidak baik”. Tahapan individu ketika mereka sudah menilai sesuatu sehingga timbul pikiran dan perasaan “suka-tidak suka’ dan “baik-tidak baik” merupakan pembahasan “Sikap”.
Sikap sendiri memiliki beberapa komponen yang diantaranya adalah: