2901c00e79c7a56b

Memahami Loyalitas Karyawan

Human Resource Development atau yang biasa disingkat dengan istilah HRD merupakan salah satu bagian penting dari perusahaan. Mereka harus memahami perilaku manusia dalam lingkungan kerja dan organisasi dalam hubungannya dengan proses produksi, distribusi, konsumsi barang dan/atau jasa. Titik fokusnya mereka harus menyadari bahwa individu-individu berbeda serta harus dapat mengidentifikasikan keterampilan apa yang dibutuhkan oleh suatu pekerjaan (karakteristik pekerjaan). Selain itu mereka harus memutar otak untuk mencari tahu bagaimana meningkatkan hasil kerja individu pekerja dan jika perlu melatihnya agar lebih kompeten. Kegiatan HRD yang ideal secara umum meliputi Analisis jabatan, Rekruitmen, Seleksi, Penempatan, Latihan dan pengembangan, Penilaian hasil kerja dan konseling.

            Hal ini tentu tidak mudah terlebih memahami manusia adalah sesuatu yang kompleks. Tidak jarang kita temui fenomena-fenomena Turn Over tinggi (keluar masuk karyawan lama dengan yang baru). Namun secara umum hal itu sangat berkaitan erat dengan kepuasan kerja yang dirasakan oleh karyawan yang bersangkutan. Menurut Morse terdapat 4 hal penting yang  berhubungan dengan kepuasan kerja, yaitu:

  1. Berhubungan dengan pekerjaan itu sendiri
  2. Berhubungan dengan identifikasi terhadap perusahaannya
  3. Berhubungan dengan imbalan finansial dan status dalam pekerjaa
  4. Berhubungan dengan kebanggaan terhadap hasil kerja kelompok

Dilihat dari 4 hal itu saja seorang HRD harus benar-benar memahami visi misi perusahaan, lalu diidentifikasi yang nantinya diturunkan untuk menyusun jobdes dan sebagainya. Setelah itu dia harus memahami jenis pekerjaannya, gaji yang pantas dan bagaimana membuat karyawan baik secara individu ataupun kelompok merasakan spirit yang kuat untuk memajukan perusahaan.

Jika kembali ke pembahasan Turn Over, maka hal tersebut juga sangat berhubungan dengan komitmen dan loyalitas. Semakin tinggi Turn Over, maka semakin mengindikasikan komitmen dan loyalitas karyawan rendah. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah Turn Over, maka mengindikasikan komitmen dan loyalitas karyawannya tinggi. Komitmen dapat didefinisikan sebagai berikut: “Psychological and emotional attachment an individual feels to a relationship, an organization, a goal, or an occupation.” Meyer Allen (1997) berpendapat bahwa komitmen seseorang terhadap organisasi atau perusahaan bisa dilihat dari salah satu dari 3 elemen yaitu Affective commitment, Continuance commitment, Normative commitment.

Affective commitment berkaitan erat dengan attachment / rasa keterikatan emosional terhadap organisasi tersebut. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, bisa dikarenakan lingkungan / rekan kerja yang menyenangkan, kesamaan ras dan kebiasaan dan lain-lain. Continuance commitment berkaitan erat dengan pertimbangan seseorang dalam melanjutan/ menjalani hidup jika dia meninggalkan perusahaannya. Seseorang biasanya menilai sendiri Bergaining Position / daya tawar mereka di dunia kerja, apakah mereka bisa menjamin perusahaan lain yang dianggap lebih baik akan merekrut mereka atau tidak saat mereka resign. Sedangkan normative commitment berkaitan erat dengan sesuatu yang dianggap baik atau bonafit di masyarakat.

            Yang menarik dari dua variabel (kepuasan dan loyalitas) adalah bahwa tidak selamanya seseorang resign dari suatu perusahaan dikarenakan dari kebijakan perusahaan. Misalnya jika lingkungan atau rekan kerja dianggap tidak kondusif lagi, seseorang bisa saja resign walaupun fasilitas dan gaji yang diberikan perusahaan lebih dari cukup. Selain itu seseorang yang bertahan lama di perusahaan tidak selamanya menunjukkan dia loyal, tetapi bisa saja dikarenakan dia khawatir tidak mendapatkan pekerjaan lagi jika dia resign.

            Dilihat dari pemaparan di atas, tugas seorang HRD / Personlia cukup menantang karena mereka harus memahami dinamika yang terjadi di perusahaan-perusahaan yang berbeda-beda. Di kampus Universitas Ma’soem, mahasiswa akan diajarkan manajemen SDM secara detail supaya mereka dapat memahami bagaimana memaksimalkan potensi karyawan saat mereka bekerja.