Memaksimalkan Potensi Pendapatan di Era Digital, Pasar Caringin Sepakat Jalin Kerjasama Dengan Al Masoem

Beranda / Berita / Memaksimalkan Potensi Pendapatan di Era Digital, Pasar Caringin Sepakat Jalin Kerjasama Dengan Al Masoem
27 Mei 2022
Memaksimalkan Potensi Pendapatan di Era Digital, Pasar Caringin Sepakat Jalin Kerjasama Dengan Al Masoem

Universitas Masoem terus menggecarkan kualitas lembaga dengan bekerjasama dengan beberapa pihak terkait, baik dengan lembaga pendidikan lain maupun perusahaan-perusahaan. Dalam kunjungannya kali ini, Pasar Induk Caringin dipilih sebagai salah satu mitra industri yang potensial. Sebagai pasar terbesar sekaligus pasar induk yang ada di Bandung, pasar caringin memiliki ribuan mitra pedagang yang bekerjasama dalam kegiatan perniagaan dengan omset milyaran per bulannya.

Pak Agung Sutrisno selaku Direktur Utama Pengelola Pasar Caringin mengatakan bahwa pasar yang dikelolanya memiliki luas lebih dari 18 Hektar dan satu-satunya pasar yang dikelola secara murni tanpa aset milik pemerintah. Sebagai pengurus KADIN nasional, pak Agung juga berharap pasar induk caringin bisa menjadi role model bagi pasar lain di Jawa Barat yang bisa membantu para pedagang pribumi secara mandiri. Upaya tersebut merupakan amanat untuk meneruskan perjuangan HD Sutrisno sebgai ayah kandungnya yang juga sebagai pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI).

HD sutrisno sendiri memiliki impian untuk terus membawa aspirasi ekonomi rakyat khususnya masyarakat pribumi asli orang Indonesia. Kehadiran Universitas Masoem sebagai representasi salah satu pengusaha asli pribumi yang sukses khususnya di Jawa Barat menjadi daya tarik tersendiri bagi pengelola pasa induk caringin. “Al Masoem dan Masoem University sebagai salah satu perusahaan dan PTS yang diperjuangkan oleh tokoh pengusaha pribumi yang cukup legend, mampu membuktikan bahwa sebuah bisnis bisa sukses meski berangkat dari keterbatasan”, tegasnya.

Pihak pengelola pasar caringin percaya bahwa dalam membangun sebuah bangsa diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sehingga kerjasama dengan pihak dan lembaga yang kompeten merupakan sesuatu yang mutlak. Negara China dan India dijadikan contoh negara yang memiliki SDM yang berkualitas sehingga para tokoh-tokohnya seperti pengusaha dan akademisi menjadi cukup tersohor di seluruh dunia. “Dengan SDM yang mumpuni seharusnya bisa membantu mecerdaskan dan memajukan ekonomi bangsa. Harapannya hal tersebut dilakukan oleh murni orang Indonesia pribumi”, tegasnya. Tujuan MOU dengan Universitas Masoem sendiri adalah untuk menggapai semua impian tersebut, terlebih pasca pandemi ekonomi pedagang kecil harus mampu bangkit dan dibantu oleh akademisi yang kompeten.

Di era digital seperti saat ini, para pengelola dan manajemen Pasar Induk caringin berharap para pedagang mampu menguasai teknologi informasi khususnya yang berkaitan dengan dunia ekonomi mikro. Sebelum pendandatanganan MOU pun, para dosen Universitas Masoem memang sudah memberikan perancangan sistem yang bisa membantu para pedagang dalam pengelolaan keuangan, rantai pasok (supply chain), pemasaran dan lain-lain secara digital. Hal tersebut juga merupakan salah satu program Pengabdian Masyarakat Universitas Masoem di tahun 2022 ini.

Di pihak kampus sendiri, para dosen di setiap Fakultasnya siap untuk terjun langsung dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuan teknologi informasi serta ekonomi berbasis syariah kepada para pedagang. Universitas Masoem sebagai salah satu Universitas Swasta di Bandung yang mengedepankan kurikulum berbasis kewirausahaan dan ekonomi syariah berharap dengan ditandatanganinya perjanjian kerjasama ini mampu memberikan kontibusi positif bagi para pedagang kecil yang tergabung di pasar induk caringin. Hal tersebut juga senada dengan Slogan Universitas Masoem yang berbunyi “Religious Cyberpreneur Campus”.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2022 Masoem University