Oleh : Selli Febrianti
Mahasiswi Bisnis Digital Universitas Ma’soem
Ditengah pesatnya persaingan industri kuliner, peran mahasiswa tidak lagi sebatas sebagai pembelajar, tetapi juga sebagai analis dan problem solver dalam dunia nyata. Sebuah kajian akademis aplikatif menjadi senjata penting bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan berkembang. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Fakultas Komputer Universitas Ma’soem, menunjukan peran nyata mereka melalui sebuah penelitian komprehensif terhadap salah satu pelaku usaha mikro, yaitu UMKM “Djadjanskuy”.
Berdasarkan hasil observasi dan analisis yang dilakukan, terdapat beberapa temuan utama:

Profil UMKM Djajanskuy: Perpaduan Rasa Tradisional dan Modern
Berlokasi strategis di wilayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, Djajanskuy hadir dengan konsep unik yang menjadi pembeda utamanya. UMKM ini tidak hanya menyajikan kuliner tradisional seperti Sate Lilit Bali dan Sate Taichan, tetapi juga berani mengadopsi tren kuliner modern internasional seperti Dakochi (Korean street food).
Inovasi menu ini mencerminkan upaya cerdik untuk menjaring pangsa pasar yang lebih luas, mulai dari kalangan pencinta kuliner tradisional hingga generasi muda penggemar street food kekinian. Namun, di balik kreativitas produknya, penelitian ini mengungkap bahwa Djajanskuy masih menghadapi sejumlah kendala fundamental dalam aspek manajerial, strategi pemasaran, serta pengelolaan keuangan.
Hasil Ttemuan Menilai Bisnis dari Empat Sisi
Penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Bisnis Digital Universitas Ma’soem ini berhasil memetakan kondisi riil Djajanskuy dengan cukup terperinci.
1. Analisis Aspek Pemasaran: Potensi Besar di Era Digital
Dari sisi pemasaran, Djajanskuy dinilai memiliki keunggulan pada diferensiasi produk. Namun, penelitian ini menyoroti bahwa UMKM tersebut belum optimal memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pasar. Padahal, sebagai mahasiswa Bisnis Digital, para peneliti memahami betul bahwa optimalisasi digital marketing dan e-commerce adalah keniscayaan bagi UMKM saat ini. Studi ini merekomendasikan peningkatan strategi pemasaran digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
2. Analisis Aspek Manajemen: Fondasi yang Perlu Dikuatkan
Hasil peninjauan pada aspek manajemen menunjukkan bahwa struktur dan proses bisnis Djajanskuy masih perlu penataan yang lebih profesional. Temuan ini sejalan dengan tantangan umum yang dihadapi oleh UMKM di Kabupaten Bandung, yaitu kurangnya struktur manajemen yang formal dan terdokumentasi dengan baik. Penelitian ini menekankan pentingnya pembenahan dari sisi internal agar bisnis dapat berjalan lebih efektif.
3. Analisis Aspek Keuangan: Kunci Keberlanjutan Bisnis
Salah satu temuan paling kritis dalam penelitian ini adalah pada aspek keuangan. Layaknya kebanyakan UMKM, Djajanskuy masih melakukan pencatatan keuangan secara manual. Hal ini tentu menyulitkan dalam melakukan proyeksi pendapatan, analisis titik impas, serta perhitungan profitabilitas secara akurat. Penelitian ini mengindikasikan bahwa tanpa sistem pencatatan keuangan yang baik, akan sulit bagi manajemen untuk mengambil keputusan strategis berbasis data.
4. Analisis SWOT: Peta Strategis Djajanskuy
Sebagai puncak analisis, tim peneliti menyusun analisis SWOT untuk merumuskan peta strategis. Temuan utamanya antara lain:
- Kekuatan (Strengths): Inovasi produk yang unik dan lokasi yang strategis.
- Kelemahan (Weaknesses): Manajemen dan pencatatan keuangan yang belum terstruktur serta minimnya pemanfaatan teknologi digital.
- Peluang (Opportunities): Tingginya tren kuliner street food dan meningkatnya penetrasi internet di kalangan masyarakat Cicalengka.
- Ancaman (Threats): Persaingan yang ketat dari UMKM kuliner lain dan perubahan selera konsumen yang cepat.

Peran Mahasiswa Bisnis Digital dalam Pengembangan UMKM
Studi ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan UMKM lokal. Melalui pendekatan akademis dan analisis berbasis data, mahasiswa mampu memberikan insight yang bermanfaat bagi pelaku usaha.
Selain itu, kolaborasi antara dunia pendidikan dan UMKM juga menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekonomi lokal, mengingat UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat Indonesia yang mampu bertahan bahkan di tengah krisis .
Kesimpulan: Antara Potensi dan Tantangan Digital
Berdasarkan hasil peninjauan yang terangkum dalam makalah tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa UMKM Djajanskuy memiliki potensi yang besar untuk berkembang, terutama berkat inovasi produknya. Namun, untuk bisa bersaing dan berkelanjutan dalam jangka panjang, diperlukan pembenahan signifikan pada aspek manajemen dan keuangan.
Kajian ini secara tidak langsung juga menegaskan peran strategis dari Program Studi Bisnis Digital Universitas Ma’soem. Dengan kurikulum yang menggabungkan ilmu bisnis, manajemen, dan teknologi, mahasiswa dibekali kemampuan untuk menjadi jembatan bagi UMKM dalam melakukan transformasi digital.
Rekomendasi utama dari penelitian ini adalah agar Djajanskuy segera mengadopsi sistem pencatatan keuangan digital, mengoptimalkan strategi pemasaran melalui media sosial, serta memperkuat struktur manajemennya. Dengan langkah-langkah tersebut, bukan tidak mungkin Djajanskuy akan naik kelas menjadi pemain utama dalam industri kuliner, tidak hanya di Cicalengka, tetapi juga di kancah yang lebih luas.
Artikel ini disusun berdasarkan hasil peninjauan langsung terhadap makalah “Analisis Kelayakan Usaha UMKM Djajanskuy Cicalengka” yang disusun oleh mahasiswa Bisnis Digital Universitas Ma’soem.




