Banyak lulusan SMA atau SMK yang memutuskan langsung bekerja tanpa kuliah. Alasannya bisa beragam, mulai dari ingin cepat mandiri hingga menganggap kuliah hanya membuang waktu. Namun, setelah beberapa tahun bekerja, tidak sedikit yang merasa terjebak. Mereka menyadari bahwa posisi dan gaji stagnan, sementara peluang promosi terbatas karena syarat pendidikan minimal sarjana.
Keterbatasan Karier Tanpa Ijazah
Dalam banyak perusahaan, aturan jenjang karier jelas tercantum. Pekerja dengan ijazah SMA/SMK biasanya ditempatkan di posisi operasional, sedangkan jalur menuju supervisor atau manajer hampir selalu mensyaratkan gelar sarjana. Hal inilah yang membuat banyak pekerja mulai menyesal karena merasa kesempatannya tertutup.
Kuliah Sebagai Investasi Karier
Kuliah bukan hanya soal menambah ilmu, tetapi juga tentang membuka jalan menuju posisi strategis di dunia kerja. Perusahaan mencari kandidat yang tidak hanya bisa mengerjakan tugas teknis, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, kepemimpinan, dan perencanaan jangka panjang—hal-hal yang lebih banyak dipelajari di bangku kuliah.
Pilihan Kuliah yang Fleksibel dan Terjangkau
Bagi yang sudah bekerja, kuliah kini bisa diakses dengan lebih fleksibel. Banyak kampus menyediakan sistem pembayaran yang bisa dicicil, serta program beasiswa untuk mereka yang terkendala biaya. Bahkan, kuliah juga bisa menjadi jalan untuk membuka bisnis sendiri, karena mahasiswa dilatih dalam praktik kewirausahaan sejak dini.
Contoh dari Ma’soem University
Sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen mendukung karier mahasiswa, Ma’soem University menghadirkan:
-
Jaminan Kerja melalui kerja sama dengan Ma’soem Group & mitra industri.
-
Biaya Kuliah Terjangkau, dapat diangsur tanpa tambahan biaya.
-
Inkubator Bisnis, untuk mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur.
-
Fasilitas Lengkap dan kampus dengan lokasi strategis.
Dengan fasilitas dan jaminan seperti ini, keputusan untuk melanjutkan kuliah bisa menjadi titik balik bagi banyak orang agar tidak lagi menyesal di masa depan.





