Memproses bahan makanan dari pertanian menjadi makanan yang bisa dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan merangkul populasi yang sangat luas merupakan kegiatan pengolahan pangan yang bisa menjadi peluang bisnis makanan saat ini.
Permintaan industri pengolahan makanan akan semakin berkembang karena profil dan taste yang dimiliki konsumen akan berubah dari setiap generasinya. Hal ini akan menciptakan inovasi dari produk dan peningkatan permintaan makanan bergizi yang lebih signifikan. Yang harus diperhatikan dari proses pengolahan bahan pangan adalah meminimalisasi sampah atau limbah pengolahan pangan, meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kegiatan ekspor.
Kalau kita bicara tentang bisnis makanan, kita akan menyadari bahwa di setiap periodenya makanan tidak akan pernah berhenti dan menghilang dari peredaran. Banyak trend baru yang inovatif mengikuti perkembangan zaman dan perubahan taste konsumen, contohnya adalah produk minuman boba yang mulai booming pada tahun 2020-an, selain itu banyak juga produk cake yang dikemas dalam box sehingga orang-orang menyebutnya dengan dessert box.
Inovasi produk makanan yang semakin berkembang menjadi sebuah peluang bisnis. Trend makanan yang selalu berubah dan disukai oleh masyarakat menuntut produsen untuk berkarya lebih kreatif. Pebisnis perlu cerdas melihat peluang dari kondisi kekinian yang nampaknya terdapat banyak kesulitan atau masalah seperti pandemi covid 19. Makanan frozen food yang dikemas layak untuk dijual online menjadi salah satu solusi dari kesulitan masyarakat mendatangi berbagai tempat makan untuk membeli makanan dan masakan siap santap.
Foodpreneur bisa mengembangkan bisnisnya dengan mencari target market / pasar, menciptakan keunikan dari produk bisnisnya, melihat atau survey terhadap pasar dan kompetitor bisnis, membangun brand, dan menciptakan strategi penetapan harga jual dan packagingnya.
Semakin zaman berkembang, seluruh bisnis termasuk bisnis makanan disetir oleh digital. Saat ini banyak sekali pengguna social media yang membuat postingan tentang makanan yang dia konsumsi dan sumber makanan yang dia dapatkan tersebut. Sehingga bisa dikatakan bahwa di era digital ini setiap konsumen adalah konsumen digital.
Adapun jika kita bicara tentang konsumen, maka kita perlu paham bahwa konsumen itu terbagi ke dalam beberapa tipe:
1. usia 50 tahun ke atas, yang sangat memperhatikan kesehatan dan masih menggunakan metode belanja tradisional
2. Health-conscious. orang yang sangat mementingkan kesehatan, dia selalu belanja bahan-bahan yang organik
3. Super-premium. Dia yang sangat memiliki kesibukan sehingga tidak sempat memilih makanan tertentu dan dia tidak mempermasalahkan harga produknya yang terpenting adalah rasanya yang enak.
Dari semua tipe konsumen tersebut, yang paling menjadi penggerak berkembangnya bisnis makanan adalah generasi millenial. Generasi millenial memiliki engagement yang tinggi dengan social media dan memiliki keinginan untuk mencoba cita rasa yang lebih mengglobal seperti produk khas negara lain yang dia temukan di social media atau film dan drama yang sedang ia tonton.





