24349b40259fe219

Mengenal Berbagai Macam Digital Marketing Metric

Sebagai calon digital marketer, ada banyak hal yang bisa dipelajari mulai dari tahap perencanaan hingga tahap evaluasi. Salah satu topik yang menjadi arah panduan dalam digital marketing adalah digital marketing metric. Sesuai namanya, digital marketing metric adalah berbagai indikator yang mengukur keberhasilan dalam pemasaran bisnis online.

Secara umum, pengukuran dilakukan melalui bantuan tool khusus, misalnya Google Analytics. Menurut Niagahoster, terdapat banyak sekali digital marketing metric sehingga perlu dibagi dalam beberapa jenis agar lebih memudahkan dalam memahami kegunaan tools tersebut. Adapun jenis-jenis  metrics tersebut dibagi menjadi 4 macam yaitu:

  • Website Traffic Metric: Metric ini berfokus dalam mengukur performa lalu lintas website sebagai pusat aktivitas bisnis online yang dimiliki suatu perusahaan.
  • Engagement Metric: Metric ini berguna dalam mengukur interaksi antara audiens dengan digital marketing yang dijalankan oleh perusahaan.
  • Conversion Metric: Adanya istilah conversion berarti mengukur sedikit banyaknya tindakan aktif target visitor sesuai dengan tujuan strategi bisnis yang dijalankan oleh perusahaan, misalnya membeli produk atau mendaftar member.
  • Reveneu Metric: Metric ini cocok untuk menganalisa keberhasilan penjualan produk. 

Dari keempat jenis metric tersebut, kini kita akan lebih mudah mengenali beragam macam jenis metric yang dapat digunakan menyesuaikan tujuan yang ingin dicapai. Mari mengulik lebih dalam berbagai jenis metric yang termasuk kedalam empat jenis metric di atas.

Website Traffic Metric

  1. Overall Traffic: Metric ini melihat total keseluruhan traffic pada website apakah memiliki potensi atau tidak, baik itu traffic organik maupun traffic berbayar. Contoh tool yang digunakan adalah Google Analytics pada bagian Acquisition Overview.
  2. Channel Metric: Metric ini melihat total traffic yang berasal dari beberapa channel, seperti Paid Search (iklan di Google), Direct, Affiliates dan Other.
  3. New vs Returning Visitor: Metric ini memberikan gambaran tentang seberapa berhasil upaya digital marketing dalam menambah jumlah visitor baru dan membuat visitor lama kembali lagi.
  4. Exit Rate: Exit rate menunjukkan berapa kali visitor singgah pada satu halaman ke halaman lain hingga pergi dari website. Metric ini dapat menjadi indikator performa halaman website, bila angka exit rate tinggi maka website tersebut perlu dibenahi. 

Engagement Metric

  1. Bounce Rate: Metric ini berguna untuk melihat jumlah visitor yang meninggalkan website tanpa melakukan apa-apa dalam bentuk persentase. Semakin tinggi nilainya, maka semakin kecil pula kesempatan mendapatkan leads.
  2. Average Time on Page: Kebalikan dengan bounce rate, metric ini melihat seberapa lama visitor berada di sebuah website. Ketika konten yang dibuat menarik, visitor akan betah membaca sampai akhir dan otomatis menaikan engagement website.
  3. Pageviews per Session: Metric ini digunakan untuk mengukur rata-rata halaman website yang dilihat oleh visitor. Semakin banyak halaman yang dikunjungi visitor dalam sekali akses, maka nilai metric semakin bagus.
  4. Impression: Impression merupakan sebuah metric untuk mengukur total visitor yang melihat konten yang telah dibuat. Biasanya skor metric ini cukup tinggi pada sebuah landing page.
  5. Engagement Rate: Metric ini dapat mengukur keaktifan visitor dengan konten yang telah dibuat. Hal tersebut dapat dilihat dari seberapa banyak interaksi yang dilakukan audiens (viewers) terhadap bisnis yang ditawarkan. 

Conversion Metric

  1. Click Through Rate (CTR): Metric CTR merupakan rasio total klik terhadap impression dan mampu mengukur seberapa efektif konten yang dibuat (umumnya menggunakan persentase).
  2. Cost per Click (CPC): CPC digunakan untuk mengukur biaya yang harus dibayar dalam setiap klik pada iklan yang dibuat.
  3. Cost per Lead (CPL): CPL digunakan untuk menghitung biaya per leads atau user potensial dalam setiap biaya campaign yang dikeluarkan.
  4. Conversion Rate: Conversion rate cocok untuk mengukur efektivitas landing page website dalam membuat visitor mengklik tombol CTA atau melakukan pembelian dan lainnya.

Revenue Metric

  1. Customer Acquisiton Cost (CAC): CAC mampu mengukur biaya marginal yang mesti dikeluarkan untuk mendapatkan seorang konsumen.
  2. Return on Ad Spend (ROAS): ROAS adalah metric yang mampu mengukur keuntungan setelah memasang iklan penjualan produk. Artinya, metric ini berbicara tentang efektifitas iklan yang dibuat dalam menghasilkan pendapatan dari berbagai channel.
  3. Return on Investment (ROI): Metric ROI mampu menghitung laba atas investasi dari digital marketing yang dijalankan. Semakin tinggi nilai ROI, maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapatkan.

Itulah 4 jenis digital marketing matrics yang dapat membantu kalian dalam proses kerja digital marketing. Metric menjadi alat ukur yang patut dipelajari oleh setiap digital marketer karena mereka tidak boleh asal mengambil keputusan tanpa didukung fakta data yang aktual. Kebutuhan dunia kerja akan digital marketing seiring waktu semakin tinggi yang membuat prospek kerja sebagai digital marketer banyak dicari. Untuk itu Ma’soem University telah siap melahirkan lulusan yang cakap di dunia bisnis era digital berkat kehadiran jurusan Digital Bisnis S1.

Mahasiswa Digital Bisnis di Ma’soem University diberikan pembelajaran dan wawasan seputar dunia bisnis konvensional dan bisnis digital yang mana menjadi tren masa kini. Tak lupa juga diajarkan bagaimana membangun bisnis dalam perspektif Syariah agar bisnis menjadi lebih berkah.  Didukung dengan beragam fasilitas beasiswa yang bisa didapatkan dan uang kuliah yang ekonomis, kuliah di Ma’soem University bisa menjadi pilihan tepat untuk kalian!