Setiap negara maju yang makmur tentu memiliki sebuah sistem ekonomi yang baik. Gregory Grossman di tahun 1984 mengemukakan bahwa sistem ekonomi merupakan komponenm atau unsur yang didalamnya terdapat pelaku ekonomi dan lembaga / institusi ekonomi, yang saling berhubungan serta saling menopang dan saling mempengaruhi. Adapun istilah “sosial Ekonomi” merupakan salah satu hal yang berhubungan denga sistem ekonomi tadi yang terdiri dari individu dan atau keluarga yang memiliki sifat “saling ketergantungan”.
Di Indonsia sendiri sebenarnya sudah memiliki dasar filosofi sistem ekonomi yang baik karena sejarah mencatat karakteristik masyarakat yang menjunjung tinggi azaz gotong royong. Selain itu sejarah juga mencatat bahwa warna dari sistem ekonomi indonesia merupakan kombinasi dari Sosialis dan Religius yang memiliki makna:
- Sosialisme Indonesia bukanlah Marxisme (materiil dan ateis). Upaya penegakan kemakmuran berdasar pada nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.
- Sosialisme yang berlaku adalah ekspresi ketaatan atan perintah agama untuk menegakkan HAM.
- Sosialisme Indonesia adalah wujud perlawanan atas perlakukan ketidakadilan penjajah.
Sudah banyak perubahan pandangan / gaya dalam sistem ekonomi yang dialami oleh Indonesia dari tahun ke tahun yang dilakukan oleh penguasa di setiap eranya. Adapun pembagian-pembagiannya terdiri dari Periode Pra Kemerdekaan & Periode Pasca Kemerdekaan. Seperti yang kita tahu bahwa sebelum penjajah masuk ke Indonesia, sistem ekonomi Indonesia pada saat itu sangat didominasi oleh dunia Pertanian dan Monokultural dimana Padi banyak diproduksi di Pulau Jawa sedangkan rempah-rempah banyak diproduksi di Maluku. Selain itu, dengan kekayaan alam yang melimpah, tidak sulit warga Indonesia saat itu untuk memanfaatkan hasil yang ada baik di lautan, hutan dan dunia tambang.
Ketika para penjajah eropa memasuki Indonesia, maka saat itulah dikenal dengan istilah “Periode Kolonialisme”. Pada saat itu pula perubahan pandangan mengenai sistem ekonomi berdasarkan agraris (pertanian) beralih menjadi sistem ekonomi Industri. Dengan berubahnya perkonomian menuju industrialisasi, maka banyak sekali kebutuhan akan teknologi buatan Eropa yang dipakai saat itu karena dilakukan dalam skala besar. Dari periode inilah akhirnya pemahaman kapitalisme dan liberaisme menyebar di Negara Indonesia dimana hak kepemilikan diatur oleh pemilik modal dan pemilik teknologi sehingga tidak heran kemiskinan meningkat drastis di kalangan pribumi saat itu.





