Mahasiswa Universitas Ma'soem kembali menorehkan prestasi membanggakan, kali ini di kancah olahraga non-akademik. Zanis Ardo Wiriaatmadja, yang merupakan mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, berhasil meraih Juara I Kelas 61 kg dalam Kejuaraan MMA Amatir Gandafightingspirit 3. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh IBCA MMA Kota Bandung bersama komunitas Gandafightingspirit ini berlangsung pada Minggu (3/8), dan menjadi panggung pembuktian bagi Ardo.
Kejuaraan ini diikuti oleh lebih dari 150 peserta dari berbagai sasana dan komunitas bela diri se-Kota Bandung, menjadikannya salah satu turnamen paling kompetitif di tingkat amatir. Selain memperebutkan gelar juara, kejuaraan ini juga menjadi ajang seleksi krusial untuk menjaring atlet-atlet MMA amatir terbaik yang akan mewakili IBCA MMA Kota Bandung pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat 2025.
Ardo, sapaan akrabnya, menunjukkan performa yang sangat dominan sejak babak awal. Dengan kombinasi teknik striking yang solid dan grappling yang agresif, ia berhasil mengungguli lawan-lawannya hingga akhirnya memastikan kemenangan telak di partai final Kelas 61 kg. Kemampuan Ardo di atas oktagon mencerminkan dedikasi, disiplin, dan latihan keras yang telah ia jalani.
Semangat Juang dan Dukungan Kampus di Atas Oktagon
Kemenangan ini terasa lebih spesial bagi Ardo karena ia merasa suksesnya tak lepas dari dukungan penuh dari lingkungan akademiknya. “Saya sangat bersyukur bisa memberikan hasil terbaik. Latihan keras dan dukungan dari Universitas Ma'soem menjadi kunci saya bisa tampil maksimal di atas oktagon,” ujar Ardo. Ucapan ini menunjukkan bahwa Universitas Ma'soem tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan minat non-akademik mereka.
Pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung turut memantau jalannya kejuaraan sebagai bagian dari proses penjaringan petarung muda berbakat. Kehadiran KONI menegaskan bahwa ajang ini memiliki standar yang tinggi dan hasilnya menjadi referensi resmi untuk pembinaan atlet. Hal ini semakin mengukuhkan bahwa kemenangan Ardo adalah pencapaian yang sangat berarti di level olahraga regional.
Kemenangan ini secara otomatis memastikan Ardo melaju ke Porda Jawa Barat 2025 sebagai salah satu wakil Kota Bandung. Ia akan membawa nama baik almamater Universitas Ma'soem di panggung olahraga bela diri tingkat provinsi, bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari seluruh wilayah Jawa Barat untuk memperebutkan tiket ke ajang yang lebih tinggi, yaitu kejuaraan nasional.
Prestasi yang ditorehkan oleh Zanis Ardo ini adalah bukti nyata komitmen Universitas Ma'soem dalam mencetak lulusan yang seimbang, tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan seperti di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, tetapi juga berprestasi di bidang non-akademik. Kisah Ardo menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus mengasah potensi diri dan mengejar impian, baik di dalam maupun di luar kampus.





