D0b5b70d561d8899

Meningkatkan Kemampuan Public Speaking

Deskripsi: Kemampuan untuk mengkomunikasikan pesan, menjual ide, atau melukiskan visi adalah keterampilan penting bagi siapa saja yang ingin memberikan pengaruh pada dunia. Dan bahkan di era emoji, GIF animasi, dan filter Snapchat, berbicara di depan umum masih merupakan cara paling efektif untuk bergerak, membujuk, dan menginspirasi.

===

Baik berbicara dalam rapat tim (internal) atau melakukan presentasi di depan audiens yang jumlahnya banyak, kita semua harus berbicara di depan umum setiap saat ketika diperlukan. Kita bisa melakukan ini dengan baik atau kita bisa melakukannya dengan buruk, dan hasilnya sangat memengaruhi cara orang berpikir tentang kita. Inilah mengapa berbicara di depan umum menyebabkan begitu banyak kecemasan dan kekhawatiran. Kabar baiknya adalah, dengan persiapan dan latihan yang matang, pembicara dapat mengatasi rasa gugup dan tampil dengan sangat baik.

Keterampilan berbicara di depan umum yang baik juga penting dalam bidang lain dalam hidup setiap orang. Mungkin ada waktunya kita diminta untuk berpidato di pernikahan teman, memberikan pidato untuk orang yang dicintai, atau menginspirasi sekelompok sukarelawan di acara amal.

Secara sederhananya, bahasa tubuh juga merupakan hal penting dalam berkomunikasi. Hal ini terkait dengan cara tubuh seseorang berkomunikasi tanpa menggunakan kata-kata. Kombinasi ekspresi wajah, gerak tubuh, dan gerakanlah yang menyampaikan apa yang terjadi dalam pikiran seseorang.

Jika secara fisik mampu berdiri tegak, maka pastikan kita berdiri tegak selama presentasi berlangsung. Jika merasa stres sebelum presentasi, luangkan waktu untuk berdiri di posisi yang kuat. Lakukan ini hanya beberapa menit, maka akan meningkatkan testosteron dan meningkatkan kepercayaan diri Anda sekaligus mengurangi stres, kecemasan, dan kortisol. Salah satu pose kekuatan yang paling populer adalah pose "pahlawan super": Letakkan tangan di pinggul, naikkan dagu dan busungkan dada.

Tunjukkan ekspresi wajah yang ekspresif. Ekspresi wajah harus sesuai dengan pesan yang disampaikan. Jika kita memberikan pidato yang ceria, cobalah untuk memiliki ekspresi rileks dan riang di area wajah.

Juga, perhatikan cara berbicara. Jika gugup, kita mungkin akan berbicara dengan cepat. Ini meningkatkan kemungkinan untuk tersandung kata-kata sendiri, atau mengatakan sesuatu yang tidak dimaksudkan. Paksa diri untuk memperlambat dengan menarik napas dalam-dalam. Jangan takut untuk mengumpulkan pikiran; jeda adalah bagian penting dari percakapan, dan membuat terdengar percaya diri, alami, dan otentik.

Intonasi dalam public speaking adalah pemberian tekanan nada pada kata-kata yang relevan agar penyampaian kalimat yang diucapkan lebih efektif.

Dengan intonasi, kita dapat memberikan emosi dalam kata-kata, sehingga pendengar lebih bersemangat mendengarkan. Dari kalimat yang dibaca, kita perlu tahu kata-kata mana yang perlu diberi penekanan, emosi seperti apa yg perlu disampaikan dalam kalimat itu. Seberapa cepat kalimat itu perlu dibaca. Dibagian mana yang nadanya perlu dinaikan atau diturunkan. Setelah semua dilaksanakan, sesuaikan apa yang audiens butuhkan dengan gaya dan kepribadian kita sebagai presenter. Jangan paksakan gaya dan cara mereka melakukan presentasi, kalau hal itu tidak sesuai dengan diri kita.