Di tahap akhir perkuliahan, mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya dituntut menulis skripsi secara akademis, tetapi juga menyelesaikan projek berbasis kasus nyata yang relevan dengan kebutuhan industri. Ini diwujudkan melalui dua program utama di Ma’soem University, yaitu KPAM (Kerja Profesi Adaptasi Mandiri) dan Tugas Akhir (Skripsi) berbasis solusi digital.
Program KPAM dirancang sebagai jembatan transisi mahasiswa ke dunia profesional. Mahasiswa ditempatkan pada instansi, perusahaan, atau komunitas digital untuk melakukan:
-
Observasi proses bisnis
-
Identifikasi kebutuhan sistem informasi
-
Penyusunan solusi teknologi
-
Dokumentasi hasil kerja dan laporan adaptasi kerja
Melalui pengalaman ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tapi juga melatih etika profesional, manajemen waktu, dan komunikasi lintas divisi.
Selanjutnya, proses Tugas Akhir atau Skripsi tidak sekadar laporan ilmiah biasa. Mahasiswa didorong untuk menyusun skripsi yang mengangkat permasalahan nyata dan memberi solusi berbasis aplikasi atau sistem. Misalnya:
-
Sistem informasi keuangan untuk UMKM
-
Aplikasi mobile pengarsipan data
-
Dashboard monitoring kinerja organisasi
-
Sistem pengelolaan aset berbasis web
“Skripsi bukan hanya soal akademik, tapi juga soal kontribusi nyata mahasiswa terhadap dunia industri dan masyarakat,” jelas dosen pembimbing Tugas Akhir di Prodi Sistem Informasi Ma’soem University.
Dengan model pembelajaran ini, lulusan diharapkan memiliki portofolio proyek dan pengalaman kerja, bukan hanya ijazah. Inilah bentuk nyata dari penerapan Kampus Berdampak, di mana fokus tidak lagi hanya pada kelulusan, tapi juga kualitas luaran lulusan.
Setelah lulus, mahasiswa Sistem Informasi dari Ma’soem University telah dibekali untuk masuk ke berbagai bidang seperti:
-
Web & App Developer
-
IT Support & Business Analyst
-
Konsultan Sistem Informasi
-
UI/UX Designer
-
Technopreneur dan Startup Founder





