Penulis: Irfan Fahriza (Dosen Ma'soem University)
“Ikatlah ilmu dengan menulis.”
-Ali bin Abi Thalib-
Bagi sebagian orang, menulis merupakan hobi dan healing. Banyak orang yang merasa stresnya berkurang jika ia menuliskan apa yang sedang dipikirkannya atau menulis fiksi berdasarkan imajinasinya. Meskipun demikian, orang-orang yang tidak menikmati aktivitas menulis juga sangat banyak. Sebelum mengkategorikan apakah kita termasuk orang yang suka menulis ataukah tidak, sebaiknya kita terlebih dahulu menyimak paparan para pakar mengenai aktivitas menulis.
Beberapa pakar telah melakukan peneetian terhadap aktivitas ini, baik pakar psikologis maupun pakar kesehatan. Ternyata banyak sekali manfaat positif yang akan didapatkan dari aktivitas menulis. James W. Pennebaker di Universitas Texas telah melakukan penelitian tentang aktivitas menulis selama bertahun-tahun, dari penelitiannya tersebut Pennebaker menyimpulkan bahwa orang-orang yang diberi kesempatan untuk menulis tentang gejolak emosionalnya, mereka cenderung jarang sakit dan mengalami perubahan fungsi kekebalan tubuh.
Pasalnya, saat menulis sebetulnya seseorang sedang mengasah otak kiri, yaitu bagian otak yang berkaitan dengan analisa dan rasionalitas. Saat seseorang melatih otak kiri, otak kanan akan bebas berkreasi, memperkuat intuisi dan merasakan sesuatu hal dengan makna yang lebih dalam. Menulis dianggap dapat menyingkirkan masalah mental karena saat menulis seseorang menggunakan seluruh daya otaknya dengan lebih baik untuk memahami diri sendiri, orang lain, dan dunia di sekitarnya.
Menurut Karen Baikie, seorang psikolog di University of New South Wales, menuliskan kejadian-kejadian traumatik, penuh tekanan, serta penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental seseorang. Dalam studinya Baikie meminta partisipan menuliskan beberapa peristiwa hidup yang penuh tekanan selama 15-20 menit. Dari hasil studi tersebut, Baikie menemukan bahwa orang-orang yang menuliskan peristiwa penuh tekanan dalam hidupnya menunjukkan bahwa kesehatan fisik dan mentalnya meningkat secara signifikan daripada orang-orang yang menulis hal-hal yang netral dan umum.
Adam Grant dalam huffingtonpost.com, memaparkan bahwa menulis ekspresif dapat membuat peningkatan mood, kesejahteraan, dan tingkat stres yang berkurang. Laura King juga mengungkapkan hasil dari penelitiannya, bahwa menulis mengenai pencapaian tujuan dan impian masa depan dapat membuat seseorang lebih bahagia dan lebih sehat. Beberapa pakar menganggap bahwa menulis juga merupakan pengucapan syukur pada sang pencipta. Dimana saat seseorang menuliskan sesuatu dengan melibatkan hatinya yang tertuju pada pengharapan akan kasih sayang sang pencipta, hal tersebut memberikan dampak positif. Selain hati yang semakin lembut dan rendah hati, seseorang akan menjadi semakin kuat karena kepercayaannya terhadap sang pencipta.
Bukan hanya dari sudut pandang psikologis dan medis, menulis juga menjadi aktivitas yang dibutuhkan di dunia pendidikan. Selain mengasah kemampuan analisa, seperti yang dikatakan oleh Ali bin Abi Thalib, menulis juga merupakan hal yang dapat membuat ilmu menetap lebih lama di dalam pikiran manusia. Menulis berbeda dengan ilmu yang sejenis matematika, fisika, ataupun kimia. Ketika menulis, seseorang akan dilibatkan dalam proses mental. Menurut Kellog, menulis adalah konkretisasi dari berpikir. Manusia adalah homosymbolicum, makhluk yang menciptakan simbol dan hidup dalam dunia simbol. Manusia menuangkan ide, simbol dan gagasan dari buah pikirannya salah satunya melalui tulisan.
Rene descartes mengatakan “cogito ergo sum”, yang artinya “saya berpikir, maka saya ada”. Manusia adalah makhluk yang selalu menunjukkan eksistensinya dimanapun ia berada. Maslow mengatakan bahwa kebutuhan tertinggi manusia adalah aktualisasi diri. Menulis merupakan salah satu sarana untuk menunjukkan aktualisasi seseorang, baik di bidang pendidikan, maupun bidang yang lain. Bagi para pakar pendidikan, dengan menulis mereka dapat menunjukkan hasil-hasil penelitian yang bermanfaat bagi generasi penerusnya dan dapat dirasakan manfaatnya bagi kehidupan manusia. Beberapa riset tentang pelatihan menulis juga telah banyak dilakukan oleh banyak pakar, mengingat bahwa menulis sangat penting bagi kehidupan manusia.
Tidak ada salahnya bagi seseorang yang tidak terbiasa menulis untuk mulai menulis sedikit demi sedikit karena manfaat yang didapat sangatlah banyak. Kebiasaan baik tersebut akan terbentuk jika dilakukan secara terus menerus. Banyak manfaat dari menulis yang sangat rinci telah disebutkan di banyak artikel dan buku, jadi bagi kalian yang belum menulis, jangan ragu untuk memulai.
PUSTAKA
www.guesehat.com Manfaat Menulis untuk Kesehatan Fisik dan Psikologis. 2017
www.maghfirahpustaka.id Manfaat Menulis Bagi Psikologis Manusia. 2018
5 teori hierarki Maslow
Syamsul Sodiq, Kamidjan, Anas Ahmadi. Psikologi Menulis, Psikologi Kepribadian, dan Strategi Menulis.





