7d2ddbf64784224e

Menumbuhkan Sifat Empati Dalam Bekerja

Suasana bekerja yang nyaman adalah situasi yang ingin dimiliki oleh setiap pekerja. Hal itu dapat tercapai melalui banyak hal, namun yang menjadi kunci dari semua itu adalah hubungan harmonis antar pekerja. Hubungan yang harmonis dapat menciptakan aura positif yang dapat mempengaruhi kenyamanan di lingkungan kerja. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka dibutuhkan sikap empati ketika berinteraksi di lingkungan kerja.

Pengertian Empati

Apa itu empati? Dilansir dari Indeed, empati adalah kemampuan untuk memahami perasaan dan pengalaman yang dialami oleh orang lain. Dengan kata lain, empati adalah usaha untuk memahami perasaan orang lain agar bisa merasa terhubung dengan lawan bicara.

Dalam ilmu komunikasi bisnis, empati menjadi salah satu kriteria yang sebaiknya dimiliki oleh para pekerja agar lebih mudah beradaptasi di dunia kerja. Usaha memahami lawan bicara bukanlah hal yang sia-sia. Seperti dalam laporan Gallup Organization dalam TEDx Talks (2018) yang menyebutkan supervisor yang peduli dengan rekan kerjanya, akan mendapatkan banyak feedback dari timnya berupa ide-ide baru, dan cenderung untuk berbagi lebih banyak informasi.

Bila ditelusuri lebih dalam, empati dapat dibagi menjadi 3 jenis utama, yaitu:

  • Emotional empathy : Jenis empati ini adalah ketika diri kalian dijadikan tempat untuk membagikan emosi yang dirasakan orang lain. Misalnya, rekan kerja kalian baru saja mendapatkan promosi dan kalian ikut bahagia atas kebahagian dia.
  • Cognitive empathy : Cognitive empathy adalah jenis empati ketika kalian bisa memahami apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain. Kalian akan ikut berusaha memahami persepektif lawan bicara ketika kalian mendengarkan cerita lawan bicara.
  • Compassionate empathy : Jenis empati yang terakhir ini tidak hanya sekedar memahami perasaan orang lain saja, melainkan melakukan tindakan yang berguna bagi lawan bicara. Misalnya, kalian memberikan bantuan yang diperlukan seperti donasi.

Apabila lingkungan kerja fokus untuk mengembangkan budaya kerja yang berempati pada karyawannya, hasil yang ditemukan adalah tingkat produktivitas yang baik serta meningkatkan kepuasan kerja para karyawannya. Antar karyawan atau pekerja akan saling memotivasi, dan saling bahu membahu untuk menyelesaikan pekerjaannya. Hasil pekerjaan akan lebih memuaskan sehingga tujuan perusahaan akan lebih mudah tercapai.

Oleh karena itu, kalian yang telah memasuki dunia kerja, cobalah untuk membangun empati mulai dari diri sendiri. Kalian dapat memulai membangun empati melalu beberapa cara berikut:

  1. Memahami diri sendiri: Sebelum memulai berempati dengan orang lain, coba tanyakan pada diri kalian tentang apa yang dirasakan pada situasi tertentu. Misalnya ketika rekan kerja menghadapi situasi yang menantang dalam pekerjaan, namun dia merasa tidak ada orang yang dapat membantunya. Hal tersebut dapat menjadi contoh untuk mengenali emosi yang muncul dan memahami perspektif lawan bicara.
  2. Mendengarkan secara aktif: Mendengarkan secara aktif berarti mencoba meresapi dan mencoba memahami apa yang sedang disampaikan oleh rekan kerja. Cobalah untuk membuat mereka nyaman dengan fokus mendengarkan, memberikan respon yang dibutuhkan dan jangan menghakiminya.
  3. Berbicara dengan orang baru: membayangkan bagaimana perasaan orang lain saja tidak akan cukup untuk membangun rasa empati. Karena inti dari empati, menurut Jodi Halpern sebagai psikiater dan profesor bioetika di University of California, adalah rasa ingin tahu. Cara termudah adalah dengan berbicara dengan orang baru, tanyakan bagaimana kabar mereka dan lakukan obrolan yang berbicara tentang diri masing-masing.
  4. Meminta feedback: Tidak ada salahnya untuk meminta feedback kepada rekan kerja mengenai sikap diri kalian terhadap mereka. Dari feedback yang diterima, kita akan mendapatkan gambaran apa-apa saja yang harus diperbaiki agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu, kalian dapat belajar bersikap lebih empati kepada orang lain sekaligus mengembangkan diri ke depannya.

Itulah caranya untuk memumbuhkan sifat empati agar menjadi pribadi yang disegani di dunia kerja ataupun dalam bisnis. Selain itu empati juga mampu meningkatkan produktivitas yang akan berimbas pada performa perusahaan. Empati menjadi salah satu sifat yang akan kalian pelajari dalam ilmu komunikasi bisnis, bagaimana melakukan komunikasi yang efektif dan mampu mengambil hati rekan kerja atau kolega. Ingin mendalami lebih lanjut cara berkomunikasi yang efektif ketika menjalankan sebuah bisnis? Mari bergabung menjadi mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah S1 di Ma’soem University Bandung.

Dalam jurusan Manajemen Bisnis Syariah, kalian akan mempelajari seluk beluk dalam mengelola sebuah bisnis dan bagaimana perspektif Syariah mampu membuat bisnis menjadi lebih berkah. Semua itu dikemas dalam perkuliahan yang berstandar baik dan tanpa perlu mengeluarkan biaya kuliah yang tinggi. Tidak hanya itu, terdapat beragam beasiswa yang mampu memaksimalkan pengalaman berkuliah kalian di Ma’soem University.