Penulis : Saskia Suci Ramadani
Pasar persingan sempurna adalah model pasar yang paling klasik dan paling sering digunakan dalam analisis ilmu ekonomi. Model ini telah dianggap sebagai teori dan secara luas digunakan untuk meramalkan keadaan ekonomi. Model ini telah mulai dibahas sejak era Adam Smith dalam bukunya Wealth of Nations. Edgeworth, dalam bukunya Mathematical Physics (1881), merupakan orang pertama yang mencoba menentukan definisi persaingan sempurna secara sistematis dan jelas. Kemudian konsep persaingan sempurna ini mendapatkan definisi yang lengkap dalam buku Risk, Uncertainty and Profit tulisan Frank Knight (1921).
Pasar persaingan sempurna memiliki beberapa ciri utama, yaitu terdapat banyak penjual dan pembeli sehingga tidak ada pihak yang mampu memengaruhi harga pasar. Harga ditentukan oleh interaksi antara seluruh produsen dan konsumen di pasar. Selain itu, perusahaan dapat dengan mudah masuk atau keluar dari pasar tanpa hambatan yang besar. Produk yang dijual bersifat homogen atau seragam sehingga pembeli sulit membedakan barang dari satu produsen dengan produsen lainnya. Dalam pasar ini, pembeli juga memiliki informasi yang lengkap mengenai kondisi dan harga pasar, sehingga penjual tidak dapat menetapkan harga yang lebih tinggi dari harga yang berlaku.
Pasar persaingan sempurna merupakan pasar dengan jumlah perusahaan yang sangat banyak sehingga setiap perusahaan memiliki kemampuan yang sangat kecil dalam memengaruhi harga pasar. Harga terbentuk secara alami melalui kekuatan permintaan dan penawaran, sehingga penjual maupun pembeli hanya menerima harga yang sudah berlaku di pasar. Jika penjual menaikkan harga, pembeli akan beralih ke penjual lain, sedangkan jika menurunkan harga terlalu rendah, penjual akan mengalami kerugian. Pasar seperti ini banyak ditemukan pada perdagangan hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa yang memiliki sifat homogen. Dalam pasar persaingan sempurna, keseimbangan produsen tercapai saat perusahaan memperoleh keuntungan maksimum, sedangkan keseimbangan pasar terjadi ketika seluruh perusahaan berada dalam posisi seimbang dan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan jumlah permintaan konsumen.
Di dalam struktur pasar persaingan sempurna akan selalu terwujud efisiensi. Efisiensi yang dikenal ada dua jenis, yaitu efisiensi produktif dan efisiensi alokatif, yang akan dijelaskan berikut ini :
a) Efisiensi produktif
Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Syarat pertama adalah untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan suatu tingkat produksi berbagai gabungan faktor-faktor produksi, yang paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua adalah industri secara keseluruhan harus memproduksi barang pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah. Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.
b) Efisiensi Alokatif
Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terua beberapa kelebihan dari pasar persaingan sempurna dibandingkan bentuk/struktur pasar-pasar yang lain, adalah :
1) Persaingan sempurna memaksimumkan efisiensi pada struktur pasar persaingan sempurna, dalam jangka panjang perusahaan akan mendapat untung normal (normal profit). Keuntungan normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan demikian dalam jangka panjang efisiensi produktif selalu dicapai oleh perushaan dalam persaingan sempurna. Selain itu dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dalam melakukan pemaksimuman keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan Marjinal = biaya marjinal. Dalam jangka panjang keadaan ini juga berlaku, yaitu Harga = hasil penjualan marjinal = biaya marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif. Dengan demikian efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dapat dicapai dalam pasar persaingan sempurna :
2) Adanya kebebasan untuk memilih (choice) si dalam pasar yang bebas seperti yang terjadi pada struk Di dalam pasar yang bebas seperti yang terjadi pada struktur pasar persaingan sempurna, tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktorfaktor produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi faktor yang menentukan pengalokasinya. Dengan adanya kebebasaan untuk memproduksikan berbagai jenis barang, maka masyarakat juga dapat mempunyai pilihan yang lebih banyak terhadap barangbarang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhannya. Masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh atas pilihan yang
akan dibuatnya dalam menggunakan faktor-faktor produksi yang mereka miliki. Disamping memiliki kelebihan, pasar persaingan sempurna juga memiliki
Kekurangan antara lain :
1) Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi.Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudahnya oleh perusahaan lain, sehingga tidak ada insentif bagi perusahaan untuk mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru. Oleh sebab itulah keuntungan dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal (normal profit), karena walaupun pada awalnya perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya, namun perusahaan perusahaan lain dalam waktu singkat juga berbuat yang sama. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan inovasi. Selain itu juga, perusahaan perusahan yang terdapat pada struktur pasar persaingan sempurna biasanya kecil ukurannya, sehingga tidak mampu membuat penelitian untuk mengembangkan teknologi yang lebih baik karena sangat mahal biayanya.
2) Persaingan sempurna adakalanya menimbulkan biaya sosial. Ditinjau dari sudut pandangnan perusahaan, penggunaan sumber daya mungkin sangat efisien. Namun ditinjau dari sudut kepentingan masyarakat, adakalanya merugikan. Contohnya dengan adanya pencemaran, dan sebagainya.




