Peluang Lulusan Bimbingan dan Konseling di Masyarakat

Beranda / Berita / Peluang Lulusan Bimbingan dan Konseling di Masyarakat
24 Juli 2019
Peluang Lulusan Bimbingan dan Konseling di Masyarakat

Pendidikan merupakan upaya sadar dan terencana yang sarat tujuan untuk memanusiakan manusia agar dapat menjadi manusia yang manusiawi. Pengembangan sumberdaya manusia telah menjadi tuntutan kebutuhan, baik melalui jalur keluarga, sekolah maupun masyarakat (Sumaatmadja, 1996:10). Oleh karena itu penyediaan layanan pendidikan bagi masyarakat saat ini merupakan tuntutan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Sekolah dan persekolahan tidak lagi mengenal batas usia, mulai kanak-kanak sampai dengan orang dewasa (Drucker, 1997).

Departemen Bimbingan dan Konseling –selanjutnya disebut PSBK- merupakan unsur pelaksana pendidikan akademik dalam satu dan atau seperangkat cabang ilmu Bimbingan dan Konseling. PSBK yang mengkaji keilmuan Bimbingan dan Konseling tentu menjadi pondasi kuat bagi Universitas dalam mengembangkan keilmuan dan pembinaan terhadap mahasiswa maupun seluruh civitas akademik universitas. Ketika keilmuan pada tingkat universitas diperkuat dan diwarnai oleh kekuatan ilmu bimbingan dan konseling tentunya memperkuat pembinaan mahasiswa yang diharapkan memiliki pribadi yang unggul baik sebagai pribadi manusia, pribadi pembelajar, pribadi profesional, maupun pribadi sosial.

Kualitas pribadi mahasiswa yang unggul tentu berdampak ketika mereka kembali ke masyarakat akan menjadi pribadi yang berkualitas. Peningkatan kualitas ini berdampak pada meningkatnya kualitas sumberdaya manusia Indonesia yang unggul. Unggulnya kualitas sumber daya ini tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi bermanfaat bagi orang lain. Pada pelaksanaannya sesuai dengan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi dan Kompetensi Konselor, layanan bimbingan dan konseling. Dewasa ini, layanan bimbingan dan konseling sudah mengarah pada layanan profesional, disebut sebagai konselor.

Selain menjadi Guru BK/ Konselor sekolah, para lulusan PSBK dapat membuka praktek layanan konseling yang mandiri atau menjadi tenaga Human Resource Development di Perusahaan-Perusahaan. Ketika praktek tersebut dilakukan secara profesional, maka orang yang mendapatkan layanan konseling harus memperlakukan konselor/lulusan PSBK sebagai orang yang profesional dan mendapatkan bayaran atas layanan profesional. Kondisi tersebut tentu akan memberikan kekuatan ekonomi bagi para lulusan PSBK untuk menjadi enterpreneurship dan tidak tergantung kepada pemerintah karena memiliki ruang usaha dan kerja yang mandiri. Kemandirian tersebut tentu berdampak pada meningkatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat kehususnya para lulusan PSBK.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University