Pengaruh Harga terhadap Minat Beli Konsumen pada UMKM Makanan

Penulis: Zaskyanita Aprilla

IMG 0290

Ekonomi mikro adalah sub-disiplin dalam ilmu ekonomi yang berfokus pada studi mengenai tindakan individu, unit rumah tangga, dan entitas bisnis ketika mengambil keputusan terkait alokasi sumber daya. Aspek sentral dari ekonomi mikro adalah analisis terhadap interaksi antara pembeli dan penjual di pasar, yang difasilitasi oleh prinsip permintaan dan penawaran. Harga suatu barang merupakan salah satu elemen krusial yang berdampak signifikan pada keputusan pembelian konsumen. 

Dalam konteks keseharian, fluktuasi harga secara umum memiliki dampak pada pola konsumsi masyarakat. Konsumen kerap kali melakukan perbandingan harga sebelum melakukan transaksi pembelian, seraya mengevaluasi nilai guna yang diperoleh dari barang atau jasa tersebut. Fenomena ini tampak jelas pada segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner, yang dicirikan oleh tingkat persaingan yang relatif tinggi.

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan krusial dalam perkembangan ekonomi negara Indonesia. Sejumlah pengusaha UMKM kerap dihadapkan pada kendala dalam menetapkan tarif yang tepat, guna menjaga daya saing di pasar sekaligus memastikan profitabilitas. Penetapan harga yang berlebihan dapat berujung pada menurunnya preferensi pembelian konsumen, sementara penetapan harga yang terlalu rendah berpotensi mengikis keuntungan bisnis. Studi eksploratif ini dirancang untuk menginvestigasi dampak penetapan harga terhadap preferensi pembelian konsumen, merujuk pada data yang dikumpulkan melalui interviu tatap muka dengan para pelaku industri kuliner.

Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah wawancara langsung dengan narasumber yang merupakan pemilik usaha UMKM makanan. Data diperoleh melalui tanya jawab terkait perubahan harga, respons konsumen, serta strategi yang digunakan dalam mempertahankan penjualan.

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bahwa kenaikan harga bahan baku seperti tepung, ayam, dan minyak goreng memaksa pelaku usaha menaikkan harga jual produk. Ketika harga naik, sebagian konsumen mengurangi jumlah pembelian, namun pelanggan tetap cenderung masih membeli karena kualitas rasa tetap terjaga.

Narasumber menyampaikan bahwa promo seperti potongan harga atau bonus pembelian tertentu cukup efektif dalam meningkatkan minat beli. Selain itu, pelayanan yang baik juga menjadi faktor penting untuk mempertahankan pelanggan.

“Kalau harga naik, biasanya pembeli ada yang mengurangi pesanan atau memilih porsi lebih kecil. Tapi kalau rasa tetap enak dan kualitas terjaga, pelanggan setia biasanya tetap beli. Saat ada promo, penjualan bisa naik cukup banyak.”

Fenomena ini sesuai dengan teori hukum permintaan dalam ekonomi mikro yang menyatakan bahwa ketika harga naik, jumlah permintaan cenderung turun, dan ketika harga turun, jumlah permintaan meningkat.

Selain itu, konsep elastisitas permintaan juga terlihat dalam kasus ini. Konsumen UMKM makanan cukup sensitif terhadap perubahan harga, terutama konsumen dengan pendapatan terbatas. Namun loyalitas pelanggan dapat mengurangi sensitivitas tersebut jika kualitas produk dianggap bernilai tinggi.

Strategi penetapan harga menjadi keputusan penting bagi pelaku usaha. Harga harus mampu menutupi biaya produksi sekaligus sesuai dengan daya beli pasar sasaran. Pelaku usaha juga perlu melakukan inovasi produk agar konsumen tetap merasa mendapatkan nilai lebih. Dalam perspektif ekonomi mikro, keputusan konsumen didasarkan pada utilitas atau kepuasan yang diperoleh. Jika kepuasan lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan, konsumen akan tetap melakukan pembelian.