Pengertian Self Disclosure Menurut Beberapa Ahli

Beranda / Berita / Pengertian Self Disclosure Menurut Beberapa Ahli
2 Februari 2023
Pengertian Self Disclosure Menurut Beberapa Ahli

Self disclosure didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengungkapkan informasi tentang diri sendiri kepada orang lain (Wheeles, 1978). Sedangkan Person (1987) mengartikan self disclosure sebagai tindakan seseorang dalam memberikan informasi yang bersifat pribadi pada orang lain secara sukarela dan disengaja untuk maksud memberi informasi yang akurat tentang dirinya.

Menurut Morton (dalam Sears dkk, 1989) informasi diri bisa bersifat deskriptif dan evaluatif. Informasi disebut deskriptif apabila individu melukiskan berbagai fakta mengenai dirinya sendiri yang belum diketahui orang lain. Misalnya jenis pekerjaan, alamat, dan usia. Informasi yang bersifat evaluatif berkaitan dengan pendapat atau perasaan pribadi individu terhadap sesuatu, seperti tipe orang yang disukai atau dibenci. Selain itu, self disclosure pun bisa bersifat eksplisit. Dalam hal ini, informasi diri lebih bersifat rahasia karena tidak mungkin diketahui orang lain, kecuali diberitahukan sendiri oleh individu yang bersangkutan.

Selain Morton, Barker dan Gaut (1996) mengemukakan bahwa self disclosure adalah kemampuan seseorang menyampaikan informasi kepada orang lain yang meliputi pikiran/pendapat, keinginan, perasaan maupun perhatian. Sedangkan, Laurenceau, Barrett, dan Pietromonaco (1998) dan Crider (1983) mengatakan bahwa self disclosure meliputi pikiran, pendapat, dan perasaan. Dengan mengungkapkan diri kepada orang lain, maka individu merasa dihargai, diperhatikan, dan dipercaya oleh orang lain, sehingga hubungan komunikasi akan semakin akrab.

Sama seperti di atas, Devito (1992) mengatakan bahwa self disclosure merupakan kemampuan dalam memberikan informasi. Informasi yang akan disampaikan terdiri atas 5 aspek, yaitu perilaku, perasaan, keinginan, motivasi, dan ide yang sesuai dengan diri orang yang bersangkutan. Informasi yang akan disampaikan tergantung pada kemampuan seseorang dalam melakukan self disclosure.

Selain itu, Devito (1997) mengemukakan bahwa self disclosure mempunyai beberapa karakteristik umum antara lain:

  1. Keterbukaan diri adalah suatu tipe komunikasi tentang informasi diri yang pada umumnya tersimpan, yang dikomunikasikan kepada orang lain.
  2. Keterbukaan diri adalah informasi diri yang seseorang berikan merupakan pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui oleh orang lain dengan demikian harus kikomunikasikan.
  3. Keterbukaan diri adalah informasi tentang diri sendiri yakni tentang pikiran, perasaan dan sikap.
  4. Keterbukaan diri dapat bersifat informasi secara khusus. Informasi secara khusus adalah rahasia yang diungkapkan kepada orang lain secara pribadi yang tidak semua orang ketahui.
  5. Keterbukaan diri melibatkan sekurang[1]kurangnya seorang individu lain, oleh karena itu keterbukaan diri merupakan informasi yang harus diterima dan dimengerti oleh individu lain.

Lebih lanjut, Adler (1983) mengemukakan bahwa karakteristik self disclosure mengarah kepada hal yang lebih khusus yaitu informasi pribadi. Individu harus mengkomunikasikan informasi ini secara lisan dan orang lain harus menyadari tujuan dari apa yang disampaikannya.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2026 Masoem University