Sebuah acara yang tayang di TV baik bersifat komersil ataupun info layanan masyarakat, bisanya terdapat selingan yang biasa disebut iklan. Iklan juga biasa dikenal dalam istilah Bahasa Inggris dengan “commercial break”. Fungsinya adalah sebagai sarana informasi, promosi ataupun pengenalan produk atau jasa tertentu yang dimiliki oleh sebuah perusahaan kepada masyarakat yang menonton. Di era digital seperti sekarang ini bahkan tidak hanya di TV saja, namun sudah masuk ke dalam situs di Internet seperti YouTube ataupun media social lainnya. Cara penyampaiannya pun berbeda –beda, bias dalam bentuk hanya gambar saja ataupun berbentuk video dengan beragam durasi.
Iklan yang baik harus bisa berfungsi lebih dari sekedar sebagai sarana pengenalan produk semata, namun lebih dari itu ; iklan yang baik harus mampu membuat sebuah slogan untuk mereknya. Fungsinya adalah menancapkan merek di benak konsumen sehingga memberikan kesan di ingatan ataupun hati penontonnya. Ada beberapa contoh slogan yang penulis pilih seperti yang ada di bawah ini:
” Terus terang …….. terang terus”.
“…. Bila si kecil panas”
“Just do it”.
“Berbagi bersama di…”
“…. Jagonya Ayam
” Connecting People”.
…..”seleraku
…..”Rame Rasanya
“Orang Pintar Minum….”
“Semakin di Depan”
“Aku dan kau suka….”
..”Apapun Makananya, minumnya..”
“Semakin di Depan”
..”Yang penting Happy… (mbah jin)
“ Asiknya Rame-rame”
… “Suasana seimbang tepat”,…
..”Live Bold…”
Bagaimana anda melihat slogan-slogan di atas? Jika anda memiliki pengalaman tertentu di usia tertentu pastilah anda sudah tidak asing lagi dengan beberapa contoh slogan yang ditulis di atas. Cara penyampaian pesan biasanya diiringi penekanan tertentu yang disesuaikan dengan segmentasi, positioning dan juga karakter / image yang ingin dibangun. Begitu juga degan pemilihan musik yang memang harus disesuaikan supaya pesan tersebut sampai di konsumen sampai akhirnya diingiat dalam jangka waktu lama. Terlebih saat ini banyak bermunculan lagu – lagu yang sedang naik daun ataupun sedang viral yang akhirnya dipakai sebagai background musik dari sebuah merek dengan cara hanya mengganti liriknya saja. Mungkin untuk beberapa kasus strategi ini berasil, namun ada juga beberapa merek yang gagal menyampaikan pesannya sehingga sulit diingat masyarakat.
Slogan sendiri dapat didefinisikan sebagai identitas merek yang dijelaskan dengan kalimat singkat, jelas dan padat, tetapi mampu menerangkan semua value yang ada dalam merek. Untuk bisa mencapai itu semua, maka slogan harus bisa memberikan value yang dirasakan oleh konsumen. Sebagai contoh merek Aqua yang memberikan slogan : ”Sehatnya nyata”. Hal ini tentu memberikan gambaran positioning Aqua tidak lagi sekedar hanya menjual air minum dalam kemasan, tetapi naik ke level menjadi “menjual sebuah produk yang menyehatkan”. Tujuan pesannya adalah bahwa sehat itulah yang ingin dibeli konsumen. Hal ini berbeda dengan slogan sebelumnya: “Aqua, Mountain spring water” yang memberikan pesan hanya sekedar menjual air yang berasal dari pegunungan. Selain itu, Slogan juga dibangun untuk sebuah lifestyle driven yang harus mampu mengikuti gaya hidup agar tetap up to date. Salah satu contohnya adalah merek Ponsel Nokia yang memiliki slogan “Connecting people” dimana mereka ingin memberikan kesan pesan bahwa merek Nokia tidak hanya sekedar ponsel yang berfungsi sebagai alat komunikasi, namun benar-benar dapat menghungkan oang yang satu dengan yang lainnya secara psikologis dengan lebih mudah sehingga muncul dalam benak konsumen bahwa Nokia adalah teknologi yang mengerti konsumen.





