3193d283623501c0

Pentingnya Kualitas Audio Untuk Lab Bahasa

Manusia sebagai makhluk social tidak akan lepas dari kebutuhan akan mendapatkan informasi dari orang lain. Untuk mendapatkan informasi tersebut, manusia biasanya melakukan interaksi baik verbal maupun tulisan, baik jarak dekat maupun jarak jauh. Istilah komunikasi secara etimologis atau menurut asal katanya berasal dari bahasa Latin “communicates”, dimana istilah ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna. Sedangkan komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain.  Sehingga dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain.

            Jika dalam sebuah penyampaian ide, gagasan, informasi saja sudah kurang jelas maka akan terdapat kesalahan dalam penerimaan makna atau yang biasa dikenal dengan istilah “Miskom” atau mis-komunikasi. Miskomunikasi sendiri merupakan kesalahpahaman komunikasi antara pemberi pesan dan penerima pesan. Adapun beberapa factor yang menyebabkan mis-komunikasi tersebut antara lain:

Dari penyampai pesan: keliru dalam menyusun kata yang baik sehingga terjadi kesalahan dalam penyampaian komunikasi. Bisa juga karena informasi yang kurang lengkap atau cara penyampaiannya yang kurang jelas (berbicara seperti bergumam).
Dari penerima pesan: sedang tidak konsentrasi, sehingga konten yang dikomunikasikan tidak diterima dengan baik.

Saat terjadi mis-komunikasi, tidak jarang terjadi konflik antar individu yang menyebabkan kurang baiknya sebuah relasi. Maka dari itulah, pemahaman akan sebuah Bahasa harus benar-benar dikuasai oleh kedua belah pihak.

Dalam konteks hubungan internasional dimana era globailisasi seperti yang terjadi saat ini, setiap individu seolah dituntut untuk memahami bahasa asing diluar bahasa yang dikuasai di negara tempat dia tinggal. Dalam kasus ini, Bahasa Inggris dipilih sebagai Bahasa Internasional yang harus dikuasi oleh seluruh negara di dunia. Tidak sedikit Lembaga Bahasa seperti tempat les baik itu umum ataupun les privat yang menawarkan jasa pelatihan Bahasa Inggris dikarenakan penguasaan Bahasa Inggris ini dianggap sangat penting. Selain sebagai bahsa international untuk kebutuhan komunikasi sehari-hari jika kita pergi ke negara lain, penguasaan Bahasa Inggris juga dipakai untuk dunia Pendidikan, duia kerja dan lain-lain.

Selain Lembaga Bahasa, terdapat beberapa Lembaga Pendidikan Tinggi seperti Universitas juga  membuka prodi Bahasa Inggris baik Sastra maupun Pendidikan. Salah satu syarat penting dari pembukaan prodi tersebut adalah ketersediaan Lab Bahasa untuk melatih “Listening” para peserta didik. Jika kita berbicara masalah kemampuan  mendengarkan / listening, maka tidak akan lepas dari kualitas system suara / audio yang dirancang oleh pengelola Lab Bahasa tersebut.

Pada umumnya, Lab Bahasa harus memiliki perangkat lunak (software) audio beserta headset / headphone yang nantinya akan dipakai oleh pengguna untuk latihan listening. Jika kita kembali ke pembahasan mis-komunikasi tadi, maka kemungkinan tersebut bisa terjadi jika kualitas audionya kurang maksimal sehingga dapat terjadi kesalahan dalam menerima pesan. Maka dari itulah, pengelola Lab Bahasa harus memiliki kemampuan audio yang baik, seperti penguaasan mixer, standar interior yang kedap suara, penempatan speaker dan sebagainya. Di Universitas Ma’soem / Ma’soem University, khususnya Lab Bahasa memiliki kualitas yang sangat baik untuk menunjang pembelajaran di Prodi Bahasa Inggris.