Kegiatan saat menjadi mahasiswa sangat berbeda dengan saat berada di tingkat sekolah menengah. Di tingkat perguruan tinggi, beban pembelajaran dan kegiatan akan lebih berat dari tingkat SMA/SMK. Tentu saja hal tersebut muncul karena pola pembelajaran akan banyak berkonsentrasi pada mahasiswa itu sendiri.
Berikut adalah beberapa penyebab stres yang dialami oleh mahasiswa.
1. Tugas yang Menumpuk
Tugas di perkuliahan bisa membuat mahasiswanya sering tidur terlambat. Apalagi di masa tingkat akhir saat mengerjakan penelitian sebagai syarat untuk lulus, tingkat stres akan lebih tinggi. Terkadang, tenggat waktu yang diberikan pun tidak terlalu panjang, sehingga pengerjaan tugas pun harus disegerakan.
Untuk mengatasinya, mahasiswa dapat membuat jadwal pengerjaan dengan teratur. Tentu saja hal ini akan mengorbankan waktu senggang dan waktu bermain. Dengan begitu, mahasiswa pun belajar lebih bertanggung jawab terhadap waktunya.
2. Makan
Salah satu akibat dari tugas dan kegiatan yang banyak di kampus adalah jadwal makan yang berantakan. Padahal, makan adalah hal yang sangat penting sebagai asupan energi agar dapat beraktivitas dengan baik. Jika jadwal makan berantakan akan berpotensi mengganggu kesehatan. Sebagai contoh, telat makan berpotensi menimbulkan penyakit di daerah lambung, lemas berlebihan, dan lainnya.
Mahasiswa dapat mengakali jadwal makan yang bentrok dengan kegiatan atau tugas dengan membawa bekal makanan. Jika suatu kegiatan terlihat akan menabrak waktu makan, maka dengan membawa bekal makanan, jadwal makan tidak akan terlambat.
3. Organisasi
Mahasiswa dituntut untuk memiliki pengalaman berorganisasi, agar saat lulus nanti dapat menjadi penunjang dalam pengembangan karir. Bagi mahasiswa yang ikut kegiatan organisasi, jadwal akan terlihat sangat padat. Belum lagi kewajiban utamanya sebagai mahasiswa, tentu akan ada tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Bahkan, kegiatan bisa dilakukan sampai malam hari. Jadwal yang padat seperti ini akan sangat berpotensi menimbulkan stres yang tinggi.
Dalam kasus seperti ini, seorang mahasiswa harus bijak dalam melaksanakan kegiatannya. Prioritaskan apa yang harus dikerjaan terlebih dahulu, walaupun hal tersebut akan mengorbankan kegiatan lainnya.
4. Keuangan
Kegiatan dan tugas yang banyak tentu saja membutuhkan biaya yang lebih, apalagi akan lebih terasa bagi mahasiswa yang merantau. Sebagai contoh, kegiatan di wilayah kampus seharian berarti harus mengeluarkan biaya lebih untuk membeli makanan. Contoh lainnya, dalam hal tugas, akan ada biaya mencetak, biaya operasional, biaya membeli buku, dan biaya-biaya tidak terduga lainnya.
Pada kondisi ini, mahasiswa harus mengusahakan sebisa mungkin membatasi pengeluaran. Sebagai contoh, dirinya dapat membuat alokasi biaya untuk makan, tugas, dan lainnya dalam persentasi tertentu, atau membatasi pengeluaran per hari.
Menjadi mahasiswa tidak hanya menyoal tentang belajar, tetapi juga melatih diri dalam menghadapi tekanan. Jika dirinya dapat melewati persoalan ini, mahasiswa tersebut akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri.





