PERAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENGOPTIMALAN BAKAT PESERTA DIDIK UNTUK MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (Part 1)

Beranda / Berita / PERAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENGOPTIMALAN BAKAT PESERTA DIDIK UNTUK MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 (Part 1)
8 Agustus 2019

Oleh : Mochamad Abdul Azis Amir, M.Pd (Dosen Prodi BK Masoem University)

Pendahuluan

Jangkauan besar terjadi dalam sektor industri di era revolusi industri keempat, penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Era ini model bisnis mengalami perubahan besar, tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri. Hal tersebut berdampak pada sumber daya manusia (SDM) yang harus mengikuti perkembangan secara pesat, cepat dan memiliki kualitas kemampuan yang profesional. Agar tercipta SDM yang berkualitas tentu saja harus dipersiapakan secara matang dengan mengoptimalkan bakat suber daya manusianya melalui proses panjang yaitu dengan jalur pendidikan. Mengapa jalur pendidikan?, karena maju dan tidaknya suatu bangsa tergantung dari keberhasilan pendidikannya. Dan yang paling berperan dalam mengoptimalkan bakat di dunia pendidikan adalah guru bimbingan dan konseling (BK) sebab guru BK memiliki salah satu tugas pokok dan fungsi memberikan layanan perencanaan individual guna mengoptimalkan potensi diri peserta didik termasuk bakat didalamnya sehingga dapat menentukan arah, kesiapan individu menjadi SDM yang berkualitas dan diperlukan pada saat mengahadpi revolusi indudtri keempat.

Pembahasan

 Seluruh dunia saat ini sedang menghadapi revolusi industri keempat atau yang lebih populer disebut dengan revolusi industri 4.0. Menurut Davies (2015) revolusi industri terjadi empat kali. Revolusi industri pertama terjadi di Inggris pada tahun 1784 ditemukannya mesin uap. Revolusi yang kedua terjadi pada akhir abad ke-19 di mana mesin-mesin produksi yang ditenagai oleh listrik digunakan untuk kegiatan produksi secara masal. Revolusi Industri ketiga ditandai dengan penggunaan teknologi komputer untuk otomasi manufaktur tahun 1970. Terkait dengan revolusi keempat yaitu perkembangan saat ini yang pesat dari teknologi sensor, interkoneksi, dan analisis data memunculkan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi dalam berbagai bidang industri. Revolusi kempat ini merupakan tahapan yang sedikit berbeda dengan revolusi industri pendahulunya sebab digaungkan dalam asusmsi besar namun peristiwa nyatanya belum terjadi dan masih dalam bentuk gagasan (Drath dan Horch, 2014).

Indonesia yang merupakan bagian dari dunia telah memersiapkan langkah startegis road map menghadapi revolusi industri 4.0 bernama Making Indonesia 4.0. Langkah teresbut telah digulirkan oleh Presiden dibulan april. Adapun visi penyusunan Making Indonesia 4.0 salah satunya adalah menjadikan Indonesia  kedalam 10 besar negara yang memiliki perekonomian terkuat di dunia pada tahun 2030. Lagkah startegis tersebut digulirkan dengan prediksi utama adanya manfaat atau keuntungan yang besar bagi bangsa misalnya saja peningkatan layanan kepada pelanggan dan peningkatan pendapatan, kecepatan fleksibilitas produksi dan manfaat lainnya hinnga pada akhirnya akan menguntungkan ekonomi bangsa Indonesia itu sendiri.

Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University