Penulis: Mutiara Muslimah
Dalam dunia bisnis digital saat ini, persaingan tidak hanya dilihat dari kualitas produk saja, tetapi juga dari bagaimana produk tersebut ditampilkan kepada konsumen. Hal ini sangat berkaitan dengan konsep dalam mata kuliah manajemen pemasaran, di mana perusahaan harus mampu menciptakan nilai dan menarik perhatian konsumen melalui strategi yang tepat.
Melalui kegiatan penelitian, Mutiara Muslimah bersama empat rekan satu kelompok dari Universitas Ma’soem melakukan penelitian terhadap salah satu UMKM lokal, yaitu Griya Kerupuk. Dari hasil observasi, ditemukan bahwa produk yang dijual sebenarnya cukup diminati, namun memiliki kendala psada aspek kemasan dan identitas merek. Kemasan yang digunakan masih sangat sederhana, yaitu plastik bening tanpa desain visual yang menarik serta tanpa informasi produk yang lengkap. Kondisi ini membuat produk terlihat kurang menonjol dan sulit bersaing dengan produk lain yang sudah memiliki tampilan lebih profesional.
Dalam konsep manajemen pemasaran, kemasan memiliki peran penting sebagai media komunikasi. Kemasan yang menarik dapat memberikan kesan pertama yang positif, sekaligus membentuk persepsi konsumen terhadap kualitas produk.
Gambar 1. Kemasan Sebelum Perbaikan
(Kemasan sederhana menggunakan plastik bening tanpa logo dan informasi produk)
Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan perbaikan pada desain kemasan dan identitas merek. Perubahan ini meliputi penambahan logo, penggunaan warna yang lebih menarik, serta penyusunan informasi produk yang lebih lengkap seperti jenis kerupuk, varian rasa, dan kontak pemesanan. Melalui proses ini, tim kami menerapkan salah satu strategi dalam manajemen pemasaran, yaitu branding. Strategi ini bertujuan untuk membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali, diingat, dan memiliki nilai tambah di mata konsumen.
Gambar 2. Kemasan Setelah Perbaikan

(Kemasan dengan desain label berwarna, logo, dan informasi produk yang lengkap)
Hasil dari perbaikan tersebut menunjukkan adanya perubahan yang cukup jelas. Konsumen menilai bahwa kemasan baru terlihat lebih menarik dan lebih rapi dibandingkan sebelumnya. Dengan perubahan ini, kemasan tidak hanya berfungsi sebagai pembungkus, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menarik perhatian dan memberikan kesan yang lebih baik kepada konsumen.
Temuan ini memperkuat konsep yang dipelajari dalam manajemen pemasaran, bahwa tampilan visual memiliki pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Produk yang sama dapat memiliki nilai yang berbeda di mata konsumen hanya karena perbedaan kemasan. Di sisi lain, perbaikan kemasan tetap memperhatikan efisiensi biaya produksi. Dengan perencanaan yang tepat, peningkatan kualitas tampilan dapat dilakukan tanpa harus menaikkan harga jual secara signifikan. Hal ini menjadi strategi penting bagi UMKM agar tetap kompetitif di pasar.
Melalui pengalaman ini, Mutiara Muslimah sebagai mahasiswa Bisnis Digital Universitas Ma’soem dapat memahami bahwa penerapan teori pemasaran tidak hanya berhenti di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan langsung pada kondisi nyata di lapangan.




