E0087f7224b2822c

Peran Mahasiswa Dalam Pembangunan di Bidang Pertanian

Banyak masyarakat beranggapan mengikuti jurusan pertanian dalam perkuliahan berarti ingin berprofesi menjadi petani saja. Petani identik dengan pekerjaan lapangan, terjun langsung turut mencangkul tanah kesawah dan melakukan aktifitas bercocok tanam. Ternyata selain menjadi petani,  ada beberapa peran penting lainnya yang bisa dilakukan oleh mahasiswa pertanian.

Definisi pertanian itu sendiri adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati (sektor primer) yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi, serta untuk mengelola lingkungan hidupnya [sumber Wikipedia]. Pertanian merupakan salah satu aspek terpenting dalam pertumbuhan ekonomi negara dan menjadikan bidang mata pencaharian pokok yang sangat dibutuhkan.

Sebagai mahasiswa tentunya kita harus ikut membantu memajukan pembangunan nasional terutama dibidang pertanian. Tidak hanya sebatas menyuarakan permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat, melakukan aksi-aksi demonstrasi dan mengkritik kebijakan pemerintah saja, mahasiswa pun kini bisa ikut aktif dan memiliki peran penting dalam pengembangan pertumbuhan perekonomian negara. Hal-hal yang bisa kita lakukan diantaranya:

  1. Berupaya mencoba membuat penelitian untuk mencari varietas baru bibit-bibit tumbuhan unggul (rekayasa teknologi produksi) dan dibudidayakan secara optimal sehingga dapat meningkatkan penjualan hasil pertanian Indonesia. Dengan adanya hasil dari penelitian ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat mengkonsumsi bahan pangan hasil produk pertanian impor.
  2. Mengadakan program  penyuluhan bina desa pertanian, memberdayakan masyarakat petani  dalam mengelola usaha taninya.
  3. Mendampingi petani dalam mengolah bahan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, bagi hasil serta evaluasi keseluruhan untuk meminimalkan kerugian. Memberi pengarahan dan pedoman cara bercocok tanam yang baik dan benar kepada petani-petani desa guna mengembangkan usaha pertaniannya kearah yang lebih produktif, meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
  4. Membuat strategi pengembangan pertanian yang inovatif, kreatif  untuk meningkatkan daya saing dan juga mengadakan pengembangan pertanian dengan mengutamakan perlindungan ramah  lingkungan (tidak menghasilkan limbah).
  5. membangun produktifitas pertanian dengan menggunakan tekhnologi yang modern, mengadakan pelatihan-pelatihan melalui kelembagaan mahasiswa.
  6. Mencari cara penanggulangan kegagalan hasil panen. Dengan keadaan iklim Indonesia yang tidak menentu seperti sekarang ini menyebabkan pemanfaatan lahan dan hasil pertanian belum optimal. Perubahan cuaca yang ektrim berdampak pada kegagalan hasil panen, ini juga yang mengakibatkan pemerintah harus mengimpor bahan pangan sebagai penanggulangannya. Padahal potensi hasil bumi  dilahan tropis seperti perkebunan, perikanan, peternakan dan pertanian sangatlah tinggi.

Daerah negara Indonesia merupakan daerah agragris yang mana terdapat lahan pertanian yang luas dan pastinya membutuhkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mengelolanya. Maka dari itu, adanya kegiatan-kegiatan mahasiswa tersebut diatas apabila benar dilaksanakan dengan serius hasilnya bisa secara langsung dirasakan oleh bangsa ini.