Peranan Agribisnis Menyikapi e-commerce

Beranda / Berita / Peranan Agribisnis Menyikapi e-commerce
21 Februari 2021
Peranan Agribisnis Menyikapi e-commerce

Dalam rumusan yang sederhana, agribisnis dapat diartikan sebagai kegiatan bisnis berbasiskan usaha pertanian dan bidang pendukung. Adapun tujuannya adalah untuk memajukan usaha pertanian, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Agribisnis mengacu pada rantai sektor pangan atau food supply chain. Karena itu, agribisnis juga dapat diartikan sebagai cara pandang ekonomi dalam upaya penyediaan pangan, serta bertanggung jawab pada kegiatan pasca panen, yang pada intinya meliputi upaya pengolahan hasil panen hingga ke fase pemasaran.

Dengan mengacu pada cara pandang ekonomi, agribisnis diartikan sebagai usaha mempelajari strategi guna memperoleh keuntungan berdasarkan pengelolaan pada aspek budidaya dan persiapan bahan baku. Bertitik tolak dari hal itu, ruang lingkup agribisnis menyangkut berbagai bidang, antara lain usaha dalam memproduksi benih dan bahan kimia untuk pertanian serta makanan ternak, alat serta mesin pertanian, cara memproses bahan pertanian, produksi biofuel, dan wisata pertanian. Dengan demikian di dalamnya tercakup pula peternakan, kehutanan, perikanan, pengelolaan lingkungan, dan kepariwisataan.

Sesuai dengan perkembangan zaman, kegiatan publikasi dan pemasaran produk agribisnis pada saat ini sudah merambah sistem digital melalui jaringan internet, atau yang lazim disebut e-commerce.

Kegiatan di bidang agribisnis akan berdampak terhadap upaya meningkatkan dan mengembangkan produksi pertanian, menambah penyerapan tenaga kerja, menambah devisa negara, meningkatkan jumlah agroindustri, dan mendukung tingkat keberhasilan pembangunan di bidang pertanian.

Indonesia yang mengalami dua iklim, serta didukung oleh  tingginya curah hujan, menyebabkan terbukanya peluang besar untuk kegiatan agribisnis, sehingga diharapkan dapat ikut mendongkrak lajunya pertumbuhan ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pertanian di Indonesia dapat menghasilkan keuntungan lebih besar, yang salah satu caranya adalah dengan memprioritaskan komoditas unggulan.

Dengan tersedianya bahan baku yang beragam, negara kita sebetulnya tidak akan mengalami kesulitan dalam menghasilkan produk yang dibutuhkan dunia. Terkait langsung dengan hasil agribisnis, misalnya saja penyediaan biofuel sebagai bahan bakar alternatif. Bahan bakar jenis ini merupakan jawaban terhadap semakin susutnya cadangan bahan bakar yang berasal dari fosil. Ketersediaannya juga tidak terbatas, karena tidak tergantung pada proses alam, melainkan dapat diusahakan melaui budi daya tanaman. Bahkan dari limbah pertanian pun, setelah diolah sedemikian rupa, bisa menghasilkan biofuel.

Apa yang dipaparkan secara singkat di atas dapat dipelajari melalui penidikan formal di perguruan tinggi, salah satu di antaranya ada yang secara khusus diselenggarakan pada pembelajaran di Prodi Agrisbisnis.

Dengan tujuan untuk ikut serta menunjang pembangunan SDM di Indonesia, Ma’soem University membuka Prodi Agribisnis (S1) yang berada di Fakultas Pertanian.

Kalau Anda berminat mengambil keahlian di bidang itu, Prodi Agribisnis di Ma’soem University merupakan pilihan tepat.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University