Peranan Vitamin

Beranda / Berita / Peranan Vitamin
6 Juni 2021
Peranan Vitamin

Tidak bisa dipungkiri bahwa Vitamin merupakan zat yang sangat dibutuhkan tubuh. Manfaat vitamin pun bermacam-macam sesuai dengan kandungan yang ada di dalamnya. Pada umunnya Vitamin dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu yang larut dalam air (Vitamin B kompleks dan vitamin C) dan yang larut dalam minyak/lemak (vitamin A ,D, E dan K). peranan vitamin secara lebih lengkap akan dibahas dalam bab mengenai metabolisme vitamin; di bawah ini hanya akan diutarakan secara garis besar.

Vitamin B1 (tiamin) berperan dalam metabolisme karbohidrat untuk pembentukan energi (sebagi koenzim). Kekurangan vitamin B1dapat menimbulkan kurang napsu makan, cepat merasa leleah, kerusakan pembuluh darah, sel syaraf, dan menimbulkan penyakit beri-beri.

 Vitamin B2 (riboflavin) berperan dalam metabolisme karbohidrat, asam amino dan asam lemak, yaitu sebagi koenzim dari flavin enzim. Kekurangan vitamin B2 dapat menimbulkan rasa Lelah, ketidakmampuan untuk bekerja, dan perubahan bibir pada bagian yang kulitnya keras. Kekurangaan yang berlanjut dapat mengaruhi ketajaman penglihatan dan mata lebih cepat Lelah.

 Kekurangan vitamin B12 dan asam folat dapat menyebabkan timbulnya anemia. Sebagian animea gizi pada wanita hamil disebabkan karena kekurangan asam folat.

 Vitamin C berperan dalam pembentukan substansi antara sel dari berbagi jaringan, serta meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan aktivitas pagositas sel darah putih, dan meningkatkan absorpasi zat besi dalam usus serta transportasi zat besi dari transferrin dalam darah ke ferritin dalam sumsum tulang, hati dan limpa.8

Vitamin A berguna untuk pertumbuhan, penglihatan, reproduksi dan pemeliharaan sel epitel. Selain vitamin A dari bahan pangan hewan, tubuh dapat juga menggunakan pro-vitamin A (karoten) dari bahan pangan nabati yang lebih dahulu akan diubah dalam tubuh menjadi vitamin A. karoten yang berasal dari sayuran dan buah-buahan diperkirakan sepertiganya dapat diserap oleh bubuh, dan setengah dari yang diserap tersebut dapat dikonversikan menjadi vitamin A.

Vitamin D berperan dalam penyerapan dan metabolisme kalsium dan fosfor, serta dalam pembentukan tulang dab gigi. Tubuh manusia mampu membuat vitamin D dari 7 dehidrokholes-terol dengan pertolongan sinar ultra violet yang berasal dari sinar matahari yang mengenai kulit.

Vitamin E berperan sebagiberperan sebagi anti-oksidan untuk berbagi senyawa yang larut dalam air lemak, misalnya vitamin A dan asam lemak tidak jauh. Kerusakan saluran darah dan perubahan premabilitas saluran kapiler pada kasus kekurangan vitamin E, mungkin berhubungan dengan peranannya sebagi antioksidan. Pada hewan betina, defisiensi vitamin E dapat menyebabkan resorpasi janin. Kenyataan ini telah diinterpretasikan bahwa kekurangan vitamin E dapat menimbulkan sterilitas.

Vitamin K berperan dalam sistem pembentukan darah. Sebagian dari vitamin K yang dibutuhkan tubuh dihasilkan oleh mikroflora  dalam usus.

Penetapan jumlah vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh biasanya dilakukan dengan menggunakan hewan percobaan, di mana hewan tersebut diberi vitamin dengan dosis yang bervariasi. Kemudian dilihat dosis yang menimbulkan gejala defisiensi. Dari percobaan tersebut jumlah kebutuhan ditetapkan berdasarkan dosis minimal yang tidak menimbulkan definisi. Pada tabel 2-12 dapat dilihat angka kecukupan beberapa macam vitamin yang di anjurkan di Indonesia, sedangkan pada tabel 2-13 disajikan US-RDA untuk vitamin larut lemak dan pada tabel 2-14 untuk vitamin larut air.

Teori tentang vitamin bisa kita pelajari lebih mendalam di Fakultas Pertanian Universitas Masoem dengan prodi Teknologi Pangan & Agribisnis. Selain akan dibekali ilmu gizi, mahasiswa juga akan dibentuk menjadi seorang pengusaha yang bergerak di industri pangan dan bisnis cafe. 

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2021 Masoem University