Terdapat hubungan yang amat erat antara perkembangan bahasa dan perilaku kognitif. Taraf-taraf penguasaan keterampilan berbahasa dipengaruhi, bahkan bergantung pada tingkat-tingkat kematangan dalam kemampuan intelektual. Sebaliknya, Bahasa merupakan sarana dan alat yang strategis bagi lajunya perkembangan perilaku kognitif.
Perkembangan fungsi-fungsi dan perilaku kognitif itu menurut Loree (1970:77), dapat dideskripsikan dengan dua cara ialah secara kualitatif dan secara kuantitatif.
Perkembangan Fungsi-Fungsi Kognitif
Deskripsi perkembangan fungsi-fungsi kognitif secara kuantitatif dapat dikembangkan berdasarkan hasil laporan berbagai studi pengukuran dengan menggunakan tes inteligensi sebagai alat ukurnya, yang dilakukan secara longitudinal terhadap sekelompok subjek dari dan sampai ke tingkatan usia tertentu (3-5 tahun sampai usia 30-35 tahun, misalnya) secara test retest yang alat ukurnya disusun secara sekuensial (Standford Revision Binet Test).
Dengan menggunakan hasil pengukuran tes inteligensi yang mencakup General Information and Verbal Analogies, Jones and Conrad (Loree, 1970:78) telah mengembangkan sebuah kurva perkembangan inteligensi, yang dapat ditafsikan antara lain sebagai berikut.
- Laju perkembangan inteligensi berlangsung sangat pesat sampai masa remaja awal, setelah itu kepesatannya berangsur menurun.
- Puncak perkembangan pada umumnya dicapai dipenghujung masa remaja akhir (sekitar usia dua puluhan); perubahan-perubahan yang amat tipis sampai usia 50 tahun, setelah itu terjasi plateau (mapan) sampai usia 60 tahun , untuk selanjutnya berangsur menurun (deklinasi).
- Terdapat variasi dalam saatnya dan laju kecepatan deklinasi menurut jenis jenis kecakapan khusus tertentu.
Bloom (1964) melukiskan berdasarkan hasil studi longitudinalnya, bahwa dengan berpatokan kepada hasil-hasil tes IQ dari masa-masa sebelumnya yang ditempuh oleh subjek yang sama, kita akan dapat melihat perkembangan persentase taraf kemantangan dan kesempurnaannya sebagai berikut.
Usia 1 tahun berkembang sampai sekitar 20%-nya.
Usia 4 tahun sekitar 50%-nya.
Usia 8 tahun sekitar 80%-nya.
Usia 13 tahun sekitar 92%-nya.
Hasil studi bloom ini tampaknya menunjang hasil studi Jones dan Conrad di atas. Wintheington (1952:150) dan Loree (1970:79) juga menegaskan bahwa laju perkembangan IQ bersifat constant proportional.





