Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi memberi dampak ke seluruh bidang dan semua orang. Selama pandemi, ketahanan pangan di Indonesia terancam gangguan produksi akibat pembatasan pergerakan orang atau tenaga kerja. Selain itu, terganggunya distribusi pangan akibat penerapan PSBB juga terjadi sehingga menurunkan daya beli masyarakat.
Untuk maintenance pertanian sebagai tulang punggung, pemerintah terutama Kementrian Pertanian melakukan banyak cara yaitu meningkatkan program padat karya, diversifikasi pangan lokal dalam rangka berhati-hati agar tidak tergantung terhadap beras, mendukung daerah-daerah defisit, antisipasi kekeringan, menjaga semangat kerja pertanian melalui bantuan saprodi dan alsintan, Family Farming, mendorong kelancaran distribusi pangan, dan penguatan ekspor pertanian.
Cara kerja pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan ini adalah dengan melakukan peningkatan kapasitas produksi dilakukan dengan cara mengembangkan lahan tanam dan mengurangi produk impor. Selain itu, untuk menciptakan diversifikasi pangan lokal maka pemerintah menggalakan program pekarangan pangan lestari. Penguatan cadangan dan sistem logistik pangan serta pengembangan pertanian modern juga dilakukan guna mengembangkan ketahanan pangan sebagai tulang punggung perekonomian bangsa di masa pandemi ini.
Mengapa pertanian ini penting ? seperti halnya yang dinyatakan oleh Ir. Soekarno bahwa “Pangan adalah urusan hidup-mati suatu bangsa”. Kita hidup butuh makan dan kita bisa makan jika kita memiliki kehidupan yang sejahtera. Bahan pangan dari pertanian bisa memberikan kontribusi terhadap perekonomian bangsa. Dengan demikian, pertanian menjadi sektor yang sangat penting dalam hal menjaga kesejahteraan bangsa Indonesia.
Pertanian memberikan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi bangsa. Pertanian berperan sebagai pemasok bahan pangan, pemasok bahan baku, sumber pendapatan nasional, menyediakan kesempatan kerja, sumber investasi, penghasilan devisa negara melalui ekspor. Melihat peran yang sangat penting tersebut maka dibutuhkan transformasi ekonomi dengan menjadikan sektor pertanian sebagai leading sektor.
Dibutuhkan kerja sama yang baik antara seluruh stake holders pertanian, terutama petani dan pemerintah. Petani hendaknya selalu menyuarakan kebutuhan di lapangan untuk mengembangkan pertaniannya dan pemerintah memberikan fasilitas dan kebijakan yang mendukung aspirasi petani. Petani memerlukan ketersedian pestisida dan bahan baku yang banyak seperti benih unggul yang tepat waktu sesuai dengan masa tanam. Penetapan harga nasional untuk bahan lokal pertanian hendaknya stabil supaya petani bisa termotivasi untuk meningkatkan pertaniannya. Pemerintah juga perlu memberikan subsidi yang memadai dan memberikan kelonggaran kesempatan permodalan.





