Prodi Perbankan Syariah Banyak Prospek, Ini Dia yang Wajib Kamu Pantengin

Beranda / Berita / Prodi Perbankan Syariah Banyak Prospek, Ini Dia yang Wajib Kamu Pantengin
10 September 2019

Kita tahu bahwa pertumbuhan Perbankan Syariah di Indonesia dimulai dengan Bank Muamalat yang bermunculan pada tahun 1992. Sejak itu, dunia Perbankan Syariah di Indonesia mulai tumbuh sampai sekarang dan oleh karena itulah pemerintah sadar akan memerlukan tenaga ahli Perbankan Syariah.
 
Pada tahun kedua tepatnya tahun 2015 yang lalu, meskipun masih dikategorikan Prodi baru namun Prodi Perbankan Syariah telah menjadi jurusan primadona dan terfavorit yang begitu banyak diminati baik di Fakultas maupun di semua prodi yang lainnya. Terhitung menginjak tahun 2015, terdaftar 1.064 calon mahasiswa yang memilih Prodi Perbankan Syariah sebagai opsi pertamanya.
 
Prospek Peluang Kerja yang Luas
Banyak prodi lainnya yang hanya sedikit memberi kesempatan kerja untuk lulusannya. Berbeda dengan Prodi Perbankan Syariah yang mempunyai peluang kerja yang luas untuk lulusannya. Ahli Perbankan Syariah tidak saja bekerja pada bank syariah saja tetapi juga berkesempatan bekerja pada instansi-instansi lembaga finansial lainnya baik instansi pemerintah maupun swasta sepertihalnya pada Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga-lembaga finansial syariah baik bank maupun non bank, Perpajakan, menjadi Akuntan sampai Koperasi dan lembaga finansial lainnya.
 
Berpeluang menjadi Enterpreneur  
Jikalau kamu tidak cukup tertarik menjadi Bankir, kamu dapat memilih menjadi pengusaha dengan mengelola bisnis sendiri. Apalagi dunia bisnis sangat digemari dan familiar terutama di Indonesia. Dengan berbekal ilmu keuangan dan ekonomi yang didapatkan, Prodi Perbankan Syariah tidak melulu menciptakan sarjana Perbankan Syariah saja tetapi juga menjadikan lulusannya sebagai calon pembisnis.
 
Prospek Bank Syariah di Indonesia 

Tidak dapat dibantah, bahwa perbankan syari’ah memiliki potensi dan prospek yang paling bagus guna dikembangkan di Indonesia . Prospek yang baik ini minimal ditandai oleh lima hal:
 
1. Jumlah warga Indonesia yang dominan beragama Islam adalah pasar potensial untuk pengembangan bank syari’ah di Indonseia. Sampai pada saat ini, pangsa pasar yang besar tersebut belum tergarap secara signifikan.

2. Perkembangan lembaga pendidikan yang cukup tinggi yang mengajarkan ekonomi syariah semakin pesat, baik S1, S2, S3 maupun D3. Dalam lima tahun ke depan bakal lahir sarjana-sarjana ekonomi Islam yang mempunyai paradigma, pengetahuan dan wawasan ekonomi syariah yang komprehensif, tidak seperti sekarang, tidak sedikit yang masih menampik ekonomi syariah sebab belum mempunyai pengetahuan yang mendalam mengenai ekonomi syariah.

3. Bahwa fatwa MUI mengenai keharaman bunga bank, bagaimanapun akan tetap dominan terhadap perkembangan perbankan syariah. Pasca fatwa MUI tersebut, terjadi shifting dana masyarakat dari bank konvensional ke bank syari’ah secara signifikan yang bertambah dari bulan-bulan sebelumnya. Berdasarkan keterangan dari data Bank Indonesia, dalam masa-masa satu bulan pasca fatwa MUI, dana pihak ketiga yang masuk ke perbankan syari’ah nyaris Rp 1 triliun. Fatwa ini semakin mendapat sokongan dari semua sarjana ekonomi Islam.      

4. Harapan kita untuk sikap pemerintah lumayan besar guna berpihak pada kebenaran, keadilan dan kemakmuran rakyat. Political will pemerintah untuk menyokong pengembangan perbankan syari’ah di Indonesia tinggal menantikan waktu, lama kelamaan mereka bakal sadar dan melihat kelebihan bank syariah.

5. Masuknya lembaga-lembaga finansial internasional ke dalam jasa usaha perbankan syari’ah di Indonesia bahwasannya adalah indikator bahwa usaha perbankan syari’ah di Indonesia memang prospektif dan diandalkan oleh semua investor luar negeri. Potensi dana Timur Tengah paling besar.
 

Berita Lainnya
Copyright © 2019 Masoem University