Sadarkah kalian kalau makanan adalah sumber energi paling penting bagi tubuh? Contohnya seperti sarapan, makan di pagi hari akan memberikan energi yang cukup untuk menjalani aktivitas pagi hari. Jenis makanan dalam sarapan umumnya yang memuat zat gizi seperti karbohidrat sebagai sumber energi utama, lemak dan protein, yang kemudian diserap oleh tubuh melalui proses pembentukan energi. Lalu bagaimana proses pembentukan sumber energi terjadi?
Perjalanan Karbohidrat Menjadi Sel Energi
Dilansir dari Hellosehat, Zat gizi karbohidrat banyak ditemui dalam berbagai makanan, seperti buah-buahan, sayuran, bahkan daging. Namun nasi, jagung dan umbi-umbian masih menjadi sumber karbohidrat yang utama. Ketika nasi memasuki mulut, proses pencernaan karbohidrat sudah mulai berjalan. Gigi akan melumatkan makanan dengan bantuan lidah serta air liur. Air liur itu mengandung enzim ptialin yang mampu memecah karbohidrat menjadi glukosa (gula) yang lebih kecil dan sederhana.
Proses perubahan karbohidrat menjadi glukosa berlanjut di dalam lambung dan usus. Cara ini penting dalam pembentukan energi agar molekul glukosa yang lebih sederhana dapat sampai di usus halus. Selanjutnya glukosa diserap organ usus halus dan diedarkan ke seluruh tubuh bersama aliran darah. Fenomena inilah yang sering disebut sebagai gula darah naik setelah makan. Semakin banyak sumber karbohidrat yang dikonsumsi, semakin banyak glukosa yang terbentuk.
Kadar glukosa yang meningkat sesaat setelah makan kemudian dari tubuh mengirimkan sinyal ke pankreas. Organ pankreas menerima sinyal tersebut dan melepaskan insulin. Hormon tersebut akan memberitahu sel-sel tubuh bahwa sumber energi utama (glukosa) sudah tersedia. Selanjutnya hormon insulin ‘menyerap’ glukosa agar tidak menempel di darah. Glukosa yang memasuki sel akan melewati serangkaian proses kimiawi bersama oksigen untuk menghasilkan Adenosina trifosfat (ATP). Satuan molekular ini berguna untuk menyimpan dan mengangkut energi kimia dalam sel.
ATP menjadi komponen penting bagi organ tubuh untuk menjalankan fungsinya. Misalnya sel pada lambung menggunakan ATP untuk menjalankan proses penggilingan makanan. Contoh lainnya adalah sel otot pada jantung menggunakan ATP untuk memompa darah. Maka dari itu ATP menjadi inti dari proses pembentukan energi bagi tubuh.
Menjaga Keseimbangan Glukosa
ATP sebagai sumber energi yang terproduksi lama-lama akan habis, sehingga tubuh harus segera menemukan glukosa dan mengulangi proses pembentukan energi. Itulah mengapa tubuh tidak selalu mengubah glukosa menjadi energi. Salah satu fungsi lain dari insulin adalah membantu tubuh mengubah kelebihan gula men jadi cadangan energi yang disebut glikogen. Cadangan tersebut disimpan di dalam otot, sel lemak dan hati (liver).
Saat tubuh memberitahu ATP mulai habis, itu menjadi sinyal bagi glikogen untuk berubah menjadi glukosa dan menjalani rangkaian proses menjadi ATP yang baru. Selain proses dalam tubuh ini, konsumsi gula harian yang sesuai batasan membuat proses tersebut berjalan seimbang.
Bila ditelusuri lebih dalam, ternyata karbohidrat terbagi dalam dua jenis yaitu karbohidrat sederhana dan kompleks. Karbohidrat sederhana tidak melalui serangkaian proses penguraian menjadi bentuk lebih sederhana sehingga penguraian hanya butuh kurang dari 15 menit. Namun akibatnya gula darah akan lebih cepat naik.
Sedangkan pada karbohidrat kompleks perlu melalui serangkaian pembentukan energi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Tubuh memproses karbohidrat menjadi glukosa dan mengolah kembali menjadi ATP. Proses ini tidak akan menyebabkan gula darah naik dengan cepat. Oleh sebab itu, makanan dengan sumber karbohidrat kompleks adalah pilihan konsumsi yang lebih baik bagi kalian yang sedang mengontrol gula darah.
Itulah proses pembentukan zat gizi karbohidrat menjadi sumber energi yang dibutuhkan oleh tubuh. Topik ini akan menjadi salah satu pembahasan dalam mata kuliah Ilmu Gizi dalam jurusan Agribisnis S1 di Ma’soem University. Ilmu gizi menjadi satu dari beberapa pengantar materi kuliah yang sebaiknya dipelajari agar lebih memahami konsep agribisnis secara menyeluruh. Tidak hanya soal belajar secara teoritis, belajar praktik membangun bisnis dalam agribisnis bisa dilakukan diluar kelas berkat hadirnya Inkubator Bisnis.





