Pubertas dan Perubahan Hormon

Beranda / Berita / Pubertas dan Perubahan Hormon
3 Mei 2021
Pubertas dan Perubahan Hormon

Perubahan suasana hati seing kali diasosiasikan / dihubungkan dengan masa remaja. Namun untuk beberapa kasus hal tersebut bisa saja terjadi pada usia lebih muda dari 13 tahun. Dengan kondisi anak remaja yang sedang mengalami pubertas, orang tua sebaiknya bisa mengatur strategi komunikasi supaya aturan dan penanaman nilai tetap berjalan tanpa harus berkonflik dengan sang anak. Mengetahui segala hal tentang perubahan hormon yang terjadi pada anak bisa membuat orang tua lebih mengerti dan “toleran” terhadap fase yang penuh tantangan ini.

Perubahan Hormonal

Tujuan utama pubertas adalah untuk mengubah tubuh seorang anak ke bentuk tubuh yang siap dan mampu bereproduksi. Proses ini diatur oleh hormon, yang juga disebut dengan sebutan “hormon yang sedang mengamuk” pada remaja. Anak lelaki maupun perempuan melepaskan hormon dari otaknya yang disebut sebagai hormone Pelepas gonadotrofin, yang merangsang diproduksinya dua jenis hormon berikutnya yang juga diproduksi dalam otak. Hormon-hormon ini bekerja pada testis anak laki-laki (untuk melepaskan testosterone dan memproduksi sperma) dan pada ovarium anak perempuan guna memproduksi estrogen dan melepaskan sel telur.

Pada anak laki-laki, proses ini akan terjadi secara terus menerus dan bukan atas dasar siklus. Namun pada anak perempuan, saat menstruasi dimulai hingga menopause, tubuhnya secara konstan bersiap-siap untuk bereproduksi. Suatu pola siklus hormon memungkinkan lapisan dari Rahim (endometrium) menebal dan bersiap-siap untuk penanaman sel telur yang telah dibuahi. Hormon tersebut kemudia menyebabkan pelepasan sebuah sel telur. Jika sel telur ini tidak dibuahi oleh sperma, tingkat hormone akan menurun Kembali dan endometrium yang telah menebal akan luruh. Hal inilah yang disebut dengan “haid”. Membiasakan diri terhadap tingkat hormone yang sering berubah-ubah bisa menyulitkan bagi sebagian anak perempuan. Adapun peran-peran setiap hormon yang ada dalam tubuh perempuan adalah sebagai berikut:

  • Peran khusus dari estrogen adalah mendorong terbentuknya lapisan Rahim, mempersiapkan ovarium untuk melepaskan sel telur dan membantu menyeimbangkan garam dan air dalam tubuh.
  • Progesteron lebih terfokus pada hal yang berhubungan dengan pembentukan dan kelangsungan hidup fetus. Hormon ini dikeluarkan saat masa ovulasi, membantu mempersiapkan Rahim untuk kehamilan dan jaringan payudara perempuan untuk meproduksi ASI.  Tingkat hormon akan menurun pada setengah bagian akhir siklus menstruasi kecuali jika kehamilan terjadi.

Pendidikan Seksual

Anda mungkin khawatir anak anda akan melakukan aktivitas seksual pada usia dini. Salah satu cara ampuh yang bisa dilakukan adalah memberikan edukasi dengan cara menjelaskan mengenai kesehatan reproduksi agar anak dapat melindungi diri dari kehamilan dan penyakit menular. Selain itu penanaman nilai-nilai agama yang dikomunikasikan dengan baik tanpa harus bersifat dogmatis akan sangat membantu anak melakukan kegiatan seksual pra nikah atau yang disebut juga dengan istilah “zina”. Teknik komunikasi yang baik antara orang tua dan anak bisa dipelajari dengan mempelajari ilmu bimbingan dan konseling.

#Hastag
Berita Lainnya
Copyright © 2021 Masoem University